Trump: Peran Hormuz akan berkurang, digantikan jalur pipa Suriah - ANTARA News Gorontalo

September 2026 · 2 minute read

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan peran Selat Hormuz akan berkurang pada masa mendatang seiring beroperasinya jaringan pipa baru dan berkembangnya jalur alternatif pengangkutan minyak di Timur Tengah.

"Pipa-pipa sedang dibangun sekarang. Jalan melalui Suriah, yang luar biasa, sedang dibangun dan sebenarnya sudah terbuka. Orang-orang membawa minyak dengan truk melalui Suriah, truk-truk besar yang mengangkut minyak," kata Trump kepada wartawan, Jumat.

"Sejumlah alternatif untuk Selat Hormuz sedang dibuat. Selat Hormuz tidak seperti dulu lagi ... mereka (Iran) pada akhirnya akan memiliki Selat Hormuz yang tidak lagi terlalu diperlukan. Pipa-pipa sedang dibangun di seluruh Timur Tengah sehingga mereka tidak perlu melalui Hormuz," katanya.

Pada Kamis, Trump mengunggah gambar di Truth Social yang menunjukkan sekitar 18 juta barel minyak per hari saat ini melewati selat tersebut. Angka itu turun dari sekitar 20 juta barel sebelum konflik dengan Iran dimulai.

Pada 18 Agustus, Trump menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran. Namun, blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan.

Selat Hormuz tetap menjadi jalur penting bagi perdagangan energi global. Di tengah ketegangan regional, lalu lintas pelayaran melalui selat tersebut turun secara signifikan.

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kapal yang melintas hanya tersisa segelintir. Kapal tanker minyak berukuran besar dan pengangkut gas juga nyaris berhenti menggunakan jalur tersebut.

Sebelum eskalasi, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump: Peran Hormuz akan berkurang, digantikan jalur pipa Suriah

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.