Rabu, 23 September 2026 - 12:03 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa 22 September, berharap kesepakatan dengan Iran dapat dicapai sebelum semuanya “terlambat”.
Baca Juga
Trump mengatakan dirinya harus memutuskan apakah akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau “membinasakan” Republik Islam tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Semoga mereka melakukan hal yang benar dengan cepat sebelum terlambat. Anda tahu akan ada saat ketika semuanya sudah terlambat,” kata Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Baca Juga
Presiden AS itu menambahkan bahwa Amerika Serikat sepenuhnya mengisolasi Iran secara finansial dan memberikan tekanan terhadap Teheran sebagai bagian dari Operasi Economic Outcast.
Pada akhir Agustus, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memaparkan Operasi Economic Outcast.
Baca Juga
Kampanye isolasi yang menargetkan Iran dan negara-negara yang mendukungnya itu dimaksudkan untuk memblokir setiap sumber pendapatan potensial yang mendanai Teheran.
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan setimpal. Setelah berbulan-bulan saling serang, pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum mengenai penghentian permusuhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, aksi saling serang kembali berlanjut tidak lama kemudian.
Saat ini, konflik tersebut masih belum terselesaikan. Namun, Washington memilih meningkatkan tekanan ekonominya terhadap Republik Islam dalam upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan tekanan finansial tambahan bagi Teheran. (Ant)
Tak Peduli Ancaman Sanksi AS, Iran Tegaskan Penerbangan Internasional Tetap Berjalan
Penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai-maskapai Iran tetap berjalan sesuai jadwal mulai awal Oktober. Hal itu disampaikan Organisasi Penerbangan Sipil Iran
VIVA.co.id
23 September 2026