Tren Teknologi Terbaru, Bebek AI Prancis 'Jantung' China Laku Keras

September 2026 ยท 3 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Robot personal berbentuk bebek bernama Microduck tengah mencuri perhatian pasar. Robot yang dikembangkan perusahaan Prancis-Amerika ini telah terjual lebih dari 10.000 unit hanya dalam beberapa hari setelah diluncurkan.

Hugging Face menyebut penjualan Microduck telah melampaui US$5 juta atau sekitar Rp88 miliar. Tingginya permintaan bahkan membuat waktu pengiriman pesanan baru mundur dari target awal Natal 2026.

Microduck dibanderol US$399 atau sekitar Rp7 juta per unit. Robot seberat 800 gram ini dilengkapi sensor, motor, serta kemampuan komputasi yang berjalan langsung di perangkat menggunakan chip RK3566 buatan perusahaan China, Rockchip.

Chip tersebut menggunakan teknologi yang dilisensikan dari perusahaan semikonduktor asal Inggris, ARM. Kondisi ini menunjukkan rantai pasok teknologi global masih saling terhubung meski persaingan industri teknologi antara China dan negara-negara Barat terus meningkat.

Pilihan Redaksi

Analis Omdia Lian Jye Su mengatakan Rockchip merupakan salah satu pemasok penting untuk teknologi AI yang berjalan langsung di perangkat, bukan melalui cloud. Chip Rockchip juga banyak digunakan untuk teknologi visi mesin seperti pendeteksian objek dan pengenalan gambar.

"Meski memiliki jejak yang sangat luas, chip perusahaan ini tidak dirancang untuk perangkat edge AI yang kompleks karena kekurangan sumber daya komputasi," kata Su, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (3/9/2026)

Kemampuan komputasi di perangkat memungkinkanHP, robot, dan perangkat elektronik lainnya menjalankan AI generatif dengan lebih aman tanpa harus mengirimkan data melalui internet.

Rockchip mencatat kinerja bisnis yang cukup kuat. Pada semester I-2026, pendapatan operasional perusahaan naik 40% secara tahunan menjadi 2,88 miliar yuan atau sekitar US$428 juta. Laba bersih setelah mengecualikan sejumlah pos satu kali juga melonjak lebih dari 60%.

[Gambas:Youtube]

Microduck bukan sekadar robot mainan. Produk ini juga berfungsi sebagai platform pengembangan dengan perangkat lunak sumber terbuka. Robot tersebut diklaim mampu belajar melalui simulasi virtual dan instruksi berbasis tujuan.

Microduck menjadi robot kedua hasil pengembangan Pollen Robotics, startup asal Prancis yang diakuisisi Hugging Face tahun lalu. Robot pertama yang dikembangkan keduanya juga telah terjual lebih dari 10.000 unit.

Pollen Robotics mengatakan penggunaan chip Rockchip pada Microduck dipilih karena memiliki NPU 1 TOPS untuk pemrosesan AI di perangkat. Sebagai pembanding, chip robotika Nvidia Jetson Orin Nano 2 yang akan datang diklaim memiliki kemampuan hingga 78 TOPS.

Di tengah lonjakan permintaan tersebut, Hugging Face juga menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Nvidia telah sepakat mengakuisisi perusahaan tersebut senilai US$12,9 miliar.

Persaingan robot personal juga makin ramai. Startup Zeroth meluncurkan robot humanoid seukuran anak-anak dengan harga 8.888 yuan dan menawarkan kemampuan belajar melalui simulasi virtual.

Sementara itu, Mondo Robotics mengembangkan robot kamerawan bergaya Wall-E yang menyerupai kamera GoPro di atas roda. Kampanye pendanaannya di Kickstarter bahkan telah mengumpulkan lebih dari 80 kali target awal US$50.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]