Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Dinas PUPR-PKP Nusa Tenggara Barat mulai bergerak cepat menangani kerusakan ruas jalan penghubung Desa Kediri-Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat yang memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer setelah tim ini dibentuk pada Selasa (21/7).
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Lombok Dinas PUPR-PKP NTB, Kusnadi, mengatakan penanganan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan, tidak dilakukan secara menyeluruh karena bersifat pemeliharaan rutin.
"Kita melakukan overlay jalan pada tempat-tempat yang permukaannya agak kasar kemudian kita lapisi. Jadi, kita tidak menangani menyeluruh, tetapi secara sporadis pada titik-titik yang kondisinya rusak," ujar Kusnadi di Lombok Barat, Senin.
Ia mengatakan, tim memulai pekerjaan sejak 24 Juli kemarin untuk melakukan overlay atau pelapisan ulang di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan permukaan, setelah sebelumnya menutup lubang-lubang jalan.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang ditangani memiliki panjang 5,6 kilometer, dengan pekerjaan pengaspalan efektif sekitar lima kilometer. Selain itu, petugas juga melakukan pemeliharaan bahu jalan dan saluran drainase di sepanjang ruas tersebut.
"Untuk efektif penanganan aspal-nya sekitar lima kilometer, sedangkan bahu jalan dan saluran kita tangani sepanjang ruas 5,6 kilometer," katanya.
Menurut dia, sebelum dilakukan perbaikan kondisi jalan dipenuhi lubang di berbagai titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Setelah lubang ditutup, pekerjaan dilanjutkan dengan pelapisan ulang pada bagian permukaan jalan yang sudah kasar.
Baca juga: Pemkot Mataram alokasikan Rp853 juta tingkatkan kualitas pedestrian
Penanganan ruas Kuripan-Kediri menggunakan anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp700 juta. Anggaran tersebut, diprioritaskan untuk perbaikan di titik-titik yang paling membutuhkan penanganan.
"Anggaran yang tersedia Rp700 juta. Jadi, kita sesuaikan dengan kondisi lapangan. Kita tidak bisa menangani menyeluruh, karena ini memang pemeliharaan rutin," terang Kusnadi.
Kusnadi menambahkan, penanganan ruas tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat yang kemudian menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi NTB.
Baca juga: Dinas PUPR Kota Mataram kembalikan anggaran pembebasan lahan Rp5 miliar
Ke depan, keberadaan TRC Infrastruktur diharapkan mampu merespons setiap laporan kerusakan jalan dari masyarakat dalam kurun waktu 24 jam.
"Apapun masukan dari masyarakat, dalam waktu 24 jam kami akan merespons dan melakukan verifikasi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan-nya. Kalau kerusakan-nya ringan bisa langsung kami tangani," tegasnya.
Ia juga memastikan material yang digunakan telah melalui pengujian laboratorium, sehingga memenuhi standar kualitas. Meski berupa pelapisan tipis, pekerjaan tersebut diharapkan mampu memperpanjang usia jalan dan memberikan kenyamanan bagi warga.
Sementara itu, warga Dusun Tua Pelet, Desa Kuripan, Isroq, mengaku bersyukur jalan yang selama ini rusak akhirnya mendapat penanganan. Jalan tersebut, telah lama dikeluhkan oleh warga, karena membahayakan pengendara.
"Alhamdulillah, masyarakat merasa senang. Jalan ini sudah lama belum pernah disentuh, mudah-mudahan dengan perbaikan ini bisa mengurangi kecelakaan," ujarnya.
Ia menambahkan, ruas Kuripan-Kediri merupakan jalur alternatif yang cukup ramai dilalui masyarakat sehingga perbaikan-nya dapat memperlancar aktivitas dan mobilitas warga sehari-hari.
"Ya karena ini jalan alternatif lah untuk desa kuripan menuju ke Kediri. Jadi dengan diperbaiki ini transportasi kita akan lancar," katanya.