Bagikan:
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pengunduran diri Perry Warjiyo sebaiknya dipahami sebagai proses regenerasi kepemimpinan yang berlangsung secara tertib, bukan sebagai tanda terjadinya kekosongan kepemimpinan di Bank Indonesia.
Menurutnya kesinambungan kebijakan BI tetap terjaga karena seluruh keputusan strategis tidak bergantung pada satu individu.
Ia menambahkan bahwa, kebijakan utama BI ditetapkan melalui Rapat Dewan Gubernur sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi yang mengedepankan musyawarah seluruh anggota.
"Dengan demikian, kebijakan suku bunga, pengelolaan likuiditas, intervensi nilai tukar, dan pengaturan sistem pembayaran merupakan keputusan kelembagaan yang dilaksanakan bersama, bukan keputusan pribadi Gubernur," ujarnya kepada VOI, Senin, 27 Juli.
Dari aspek regulasi, Josua mengatakan mekanisme transisi juga telah diatur secara jelas, yakni Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga gubernur definitif ditetapkan.
Menurutnya, Destry Damayanti memiliki kapasitas yang memadai untuk memastikan kesinambungan tersebut lantaran di BI, fokusnya juga mencakup pengembangan pasar uang dan valuta asing serta penguatan stabilitas nilai tukar rupiah.
"Fokusnya di BI juga mencakup pengembangan pasar uang dan valuta asing serta stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, cara BI membaca pasar dan mengelola rupiah kemungkinan tidak akan berubah secara mendadak," jelasnya.
Ia mengatakan keberlanjutan kebijakan tersebut juga didukung oleh instrumen yang telah berjalan yaitu pada Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen sembari melanjutkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat likuiditas, dan menarik aliran modal asing.
"BI juga telah menjalankan intervensi di pasar valuta asing, mengelola suku bunga pasar uang, menjaga kecukupan likuiditas perbankan, dan memperluas fasilitas perlindungan nilai bagi investor. Seluruh perangkat tersebut sudah melekat pada kerangka kelembagaan dan dapat tetap dijalankan di bawah Destry," tuturnya.
Meski demikian, Josua mengingatkan bahwa masa transisi tetap memiliki tantangan dan pelaku pasar akan mencermati konsistensi komunikasi BI, komitmen menjaga independensi bank sentral, serta kepastian proses pemilihan gubernur definitif.
Oleh karena itu, Josua mengatakan BI perlu memastikan bahwa kebijakan mengenai inflasi, stabilisasi rupiah, dan suku bunga tetap didasarkan pada data ekonomi serta perkembangan risiko.
"Pemerintah juga perlu menyampaikan bahwa proses penunjukan Gubernur baru tidak dimaksudkan untuk mengarahkan BI agar menurunkan suku bunga atau membiayai kebijakan pemerintah," ujarnya.
Josua menilai pengunduran diri Perry Warjiyo tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan dan BI tetap memiliki landasan hukum yang kuat, mekanisme pengambilan keputusan secara kolektif melalui Dewan Gubernur, perangkat kebijakan yang lengkap, serta pejabat sementara yang berpengalaman di sektor keuangan.
"Pesan utama kepada dunia usaha dan investor adalah bahwa tidak terdapat kekosongan kepemimpinan, tidak ada perubahan mandat Bank Indonesia, dan tidak ada alasan bagi kebijakan nilai tukar maupun pasar keuangan berubah secara tiba-tiba. Tantangan terpenting saat ini bukan kemampuan Destry menjalankan tugas, melainkan memastikan komunikasi transisi dilakukan secara cepat, konsisten, dan meyakinkan," jelasnya.
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai dampak pengunduran diri Gubernur BI terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka pendek diperkirakan relatif terbatas.
"Kalaupun terjadi pergerakan nilai tukar, baik berupa apresiasi maupun depresiasi, faktor yang lebih dominan tetap berasal dari sentimen global, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, kondisi geopolitik, hingga pergerakan arus modal," katanya.
Adapun di dalam negeri, ia menambahkan perhatian pelaku pasar lebih banyak tertuju pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan pemerintah dibandingkan pergantian pimpinan BI semata.
Yusuf menambahkan, penunjukan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur justru memberikan kepastian bagi pelaku pasar karena sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry telah lama terlibat dalam penyusunan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan.
BACA JUGA:
Selain itu, Destry juga dikenal memiliki rekam jejak yang kuat sebagai ekonom dengan latar belakang tersebut, pasar cenderung memandang proses transisi ini sebagai kelanjutan kebijakan yang sudah ada, bukan perubahan arah yang signifikan, sehingga respons pasar diperkirakan tetap kondusif.
Lebih lanjut, Yusuf menilai investor asing akan lebih menitikberatkan perhatian pada kemampuan BI menjalankan mandatnya daripada pada sosok yang menduduki jabatan gubernur.
Menurutnya kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan akan tetap menjadi faktor utama dalam membentuk persepsi investor terhadap Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara BI dan pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global, karena sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal dinilai menjadi kunci, tidak hanya untuk menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Selama koordinasi tersebut tetap terjaga dan arah kebijakan BI konsisten, saya melihat pergantian gubernur tidak akan mengubah kepercayaan investor secara signifikan," ucapnya.
Menurut Yusuf, momentum ini justru menjadi ujian bagi kelembagaan Bank Indonesia, dan pasar akan menilai apakah proses transisi kepemimpinan mampu berlangsung secara lancar tanpa mengganggu independensi, kredibilitas, maupun konsistensi kebijakan moneter.
"Apabila hal tersebut dapat dipertahankan, dampak pengunduran diri gubernur terhadap pasar keuangan maupun nilai tukar rupiah diperkirakan hanya bersifat sementara," pungkasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
27 Juli 2026, 08:25
27 Juli 2026, 08:15
27 Juli 2026, 08:32
27 Juli 2026, 07:07
27 Juli 2026, 13:11