TP-PKK Provinsi Jambi edukasi warga hemat air hadapi musim kemarau - ANTARA News Jambi

August 2026 · 2 minute read

Kota Jambi (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jambi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghemat air menghadapi musim kemarau.

"Untuk masyarakat Provinsi Jambi bagi yang airnya mengalir lancar, tetap menghemat, karena ternyata ada orang lain di ujung-ujung tidak kebagian (air)," kata Ketua Tim PKK Provinsi Jambi Hasnidar Haris di Kota Jambi, Kamis.

Menurut dia, program sosial pojok berkah TP-PKK Provinsi Jambi tidak hanya menghadirkan sarapan bergizi bagi masyarakat tetapi sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, gizi seimbang, serta berbagai informasi yang mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

Seperti edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dengan menghindari membakar sampah dan lahan.

Dalam kesempatan itu, ia menghimbau kepada masyarakat senantiasa melakukan penghematan air menghadapi musim kemarau, mengingat kemarau tahun ini diprediksi lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Misalnya ada airnya lancar mengalir terus, tapi ternyata banyak air yang tidak mengalir lagi karena memang menghadapi musim kering ini. Jadi mari berhemat, walaupun di rumah kita airnya lancar supaya berbagi kepada yang lainnya," katanya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menghimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah membakar sampah, serta menghemat pemakaian air dalam menghadapi kemarau.

Ia mengimbau masyarakat bijak menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuang dan membakar sampah sembarangan.

"Yang paling penting karena kemarau panjang, kita harus cerdas menggunakan air karena musim kemarau sampai akhir bulan Desember," ungkap Bachyuni.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.