TOURISE dan Oxford Economics Merilis Laporan Global Baru terkait Ketahanan Pariwisata di Era Disrupsi Permanen

August 2026 · 4 minute read

Analisis terbaru menunjukkan bahwa destinasi-destinasi yang berani mengambil risiko akan pulih hingga 1,5 kali lebih cepat, dengan waktu pemulihan global yang terpangkas dari 24 bulan menjadi hanya 10 bulan.


Riyadh, Arab Saudi--(ANTARA/Business Wire)-- TOURISE yang bekerja sama dengan Oxford Economics hari ini merilis sebuah publikasi baru, “Ketahanan di Dunia yang Tidak Berubah: Mengubah Konsep Pariwisata untuk Era Disrupsi Permanen." Analisis terhadap 85 krisis besar selama dua dekade menunjukkan pola yang jelas: di dunia yang ditandai dengan berbagai guncangan yang tiada henti, destinasi yang bertindak sebelum disrupsi terjadi pulih hingga 1,5 kali lebih cepat dibandingkan destinasi yang hanya berpangku tangan.

“Di dunia yang tidak mengalami perubahan di antara berbagai krisis, disrupsi menjadi karakteristik tetap dalam lanskap pariwisata global," ujar Ahmed Al-Khateeb, Menteri Pariwisata Arab Saudi sekaligus Ketua TOURISE. "Ujian yang sesungguhnya bagi destinasi terletak pada bagaimana mereka bersiap menghadapi ketidakstabilan, menjaga kepercayaan wisatawan, serta mempertahankan keberlangsungan operasional menjelang peristiwa-peristiwa semacam itu.”

Dengan menyoroti krisis Timur Tengah saat ini dengan pusat-pusat penerbangan di kawasan Teluk yang menangani sekitar 14 persen lalu lintas transit global, laporan ini memberikan panduan praktis bagi para investor dan pembuat kebijakan untuk menghadapi sistem dengan gangguan yang kini semakin lumrah. Temuan-temuan utama meliputi:

"Pariwisata global telah terbukti sangat tangguh, dengan mencapai rekor 1,52 miliar kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025, meskipun selama satu dekade terakhir dunia dilanda berbagai bencana alam maupun ulah manusia," ujar Adam Sacks, Presiden Tourism Economics. "Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa ketangguhan dapat dibangun sebelum gangguan itu terjadi, melalui langkah-langkah persiapan yang dilakukan oleh destinasi wisata. Di dunia yang tidak lagi mengalami pemulihan total di antara berbagai krisis, kini kesiapsiagaan menjadi tolok ukur utama daya saing."

Kini laporan lengkapnya tersedia di www.TOURISE.com.

Tentang TOURISE

TOURISE merupakan platform terkemuka di dunia untuk mengubah konsep dan membentuk masa depan pariwisata.

KTT TOURISE perdana yang didukung oleh Kementerian Pariwisata Arab Saudi telah diselenggarakan pada tanggal 11–13 November 2025 di Riyadh. TOURISE mempertemukan para tokoh visioner dari kalangan pemerintah, bisnis, investasi, serta komunitas pariwisata dan teknologi untuk menghadirkan inisiatif berdampak tinggi dan kesepakatan transformatif yang akan menata ulang industri serta membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi masa depan.

TOURISE merupakan platform yang beroperasi sepanjang tahun dan mempertemukan para pemimpin yang memiliki visi bersama untuk membentuk ekonomi wisatawan. Dan dari sinilah masa depan pariwisata untuk 50 tahun ke depan dibentuk.

Tentang Tourism Economics, sebuah perusahaan Oxford Economics

Tourism Economics memadukan wawasan wisatawan dengan analisis ekonomi yang mendalam untuk mendukung destinasi, investor, dan perencana. Oxford Economics adalah perusahaan penasihat ekonomi independen terkemuka yang menjangkau lebih dari 200 negara, 100 sektor industri, serta 8.000 kota dan wilayah. www.tourismeconomics.com

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.

Tersedia Galeri Multimedia/Foto: https://www.businesswire.com/news/home/20260817880835/en

Contacts

Untuk informasi selengkapnya tentang TOURISE, kunjungi www.TOURISE.com
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: [email protected]

Sumber: TOURISE

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.