Denpasar (ANTARA) - Jajaran TNI di bawah Kodam IX/Udayana bergerak cepat menangani dampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai pendataan, evakuasi korban, pelayanan kesehatan, dapur lapangan hingga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Respons tersebut terus diperkuat dengan kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT, Selasa.
Kedatangan Menhan RI disambut Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama jajaran.
Dalam kunjungan itu, Kementerian Pertahanan bersama TNI juga mengirimkan 20 ton bantuan kemanusiaan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat Airbus A400M menuju Labuan Bajo.
Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, selimut, tenda, pembalut wanita, popok serta berbagai kebutuhan logistik lainnya. Bantuan juga dilengkapi panel surya, perangkat penjernih air dan internet satelit untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu mengatakan jajaran TNI telah berada di lapangan sejak hari pertama gempa untuk mengidentifikasi wilayah terdampak dan menghimpun data kebutuhan masyarakat.
“Sejak hari pertama kejadian, jajaran TNI dari Kodam IX/Udayana sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang terdampak dan menghimpun data. Langkah-langkah bantuan juga langsung kami laksanakan secara cepat,” ujarnya.
Menurut Yudi, bantuan kebutuhan pokok berupa sembako telah disalurkan melalui jajaran Kodim di wilayah terdampak. Personel TNI juga mendirikan pos-pos pengungsian dan fasilitas kesehatan, termasuk menyediakan obat-obatan.
Selain itu, dapur lapangan dibangun untuk memastikan kebutuhan makanan masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian.
“Bantuan sembako oleh para Dandim sudah berjalan. Personel kami juga telah mendirikan pos-pos pengungsian, fasilitas kesehatan beserta dukungan obat-obatan, serta dapur lapangan bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.
Untuk korban yang mengalami luka-luka, TNI melakukan evakuasi menuju rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis.
“Untuk masyarakat yang mengalami luka-luka, langsung kami evakuasi ke rumah sakit-rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis,” tegas Yudi.
Secara terpisah, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan seluruh jajaran Kodam IX/Udayana terus bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menangani masyarakat terdampak.
“Kodam IX/Udayana sejak awal kejadian telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.
Ia menyebut keselamatan masyarakat menjadi prioritas, disusul percepatan evakuasi korban yang membutuhkan pertolongan medis, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran.
Kedatangan Menhan RI dan pengiriman 20 ton bantuan menggunakan pesawat A400M menjadi bagian dari penguatan respons pemerintah terhadap bencana gempa di NTT.
Langkah tersebut melengkapi penanganan yang telah dilakukan TNI di lapangan, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian pos pengungsian, dapur lapangan hingga distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.