TNI AL Sebut Prajurit Dampingi AWK di Thailand Bertugas sebagai Ajudan

September 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNN Indonesia --

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menyatakan seorang prajurit TNI AL yang kedapatan mengawal anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), dalam sebuah agenda diduga terkait LGBT di Thailand adalah ajudan dari senator tersebut.

Ary membenarkan pria berseragam dalam video viral tersebut berstatus sebagai anggota aktif TNI AL. Kendati demikian, seluruh aspek penugasannya masih dalam proses pemeriksaan internal.

Selain itu, katanya, berdasarkan penelusuran sementara Ary mengonfirmasi bahwa prajurit TNI AL tersebut memang ditugaskan sebagai ajudan AWK sejak setahun lalu. Dia juga menyebut terdapat surat resmi dari pihak AWK terkait permintaan agar prajurit TNI AL itu menjadi ajudannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk perizinan sebatas pemahaman saya itu sejak tahun lalu, memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut," ujar Ary kepada  awak media di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9) dikutip dari detikBali.

Pilihan Redaksi

Kehadiran prajurit TNI AL tersebut menjadi sorotan setelah warganet menyoroti AWK yang menghadiri ajang kontes kecantikan untuk perempuan transgender di Thailand. Dalam acara itu, prajurit TNI AL tersebut terlihat mengenakan seragam dinas atau PDH dan mendampingi AWK menaiki panggung.

Ary mengatakan pihaknya masih mendalami persoalan tersebut. Prajurit yang bersangkutan juga masih menjalani pemeriksaan di Lanal Denpasar.

"Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri," ungkap Ary.

Pihaknya pun meminta waktu untuk melakukan pemeriksaan terhadap prajurit yang bersangkutan. Dia memastikan jika ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku.

"Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur," katanya.

Sebelumnya, Arya mengonfirmasi soal kehadiran dirinya dalam acara di Thailand itu. Dia pun mengakui prajurit TNI yang terlihat dalam rekaman mendampingi itu adalah pengawalnya.

Arya mengklaim prajurit tersebut berstatus sebagai pengawal pribadi resmi yang bertugas mendampinginya karena situasi keamanan di Thailand dinilai cukup rawan.

"Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat," kata Arya saat dihubungi, Rabu (2/9).

Terkait kehadirannya di acara tersebut, Arya mengaku tidak dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI. Dia menyebut hadir sebagai tokoh yang mewakili lembaga Hindu dari Bali.

"Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun," kata Arya.

Arya mengaku acara di Thailand tersebut terdiri atas berbagai rangkaian kegiatan dari mulai peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, hingga diskusi. Ia mengaku hadir pada sesi pemberian penghargaan serta peluncuran video promosi wisata Bali. Arya juga mengaku mendapat penghargaan pada acara itu. 

Selain itu, dia mengklaim tak tahu bahwa acara Miss Equality di Thailand itu ternyata terkait dengan isu LGBT.

Arya mengatakan dirinya tidak ingin mencampuri urusan pihak yang memberi penghargaan. Ia menyebut Thailand memang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dengan berbagai gender.

"Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Gitu kan ada namanya etika kan seperti itu. Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu," katanya.

Baca pernyataan lengkap Danlanal di sini.