:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357454/original/001204000_1790248939-Hamza_Choudhury.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menantang Bangladesh pada partai terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan menjadi syarat utama Skuad Garuda untuk membuka peluang ke final, sembari menunggu Malaysia tertahan oleh Singapura.
Indonesia mengawali fase grup dengan hasil positif: menang 2-0 atas Singapura dan imbang 0-0 melawan Malaysia. Di sisi lain, Bangladesh sudah dipastikan tersingkir usai dua kekalahan beruntun dari Malaysia (0-3) dan Singapura (0-1).
Menjelang duel penentuan ini, berikut tiga poin tentang Bangladesh yang patut dicermati, seperti dihimpun dari Bola.com.
Bukan Lawan Asing Bagi Indonesia
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4039757/original/025683100_1654096085-0S6A0336.JPG)
Perbesar
Indonesia dan Bangladesh kerap berjumpa di level internasional. Menurut data 11v11, kedua tim sudah tujuh kali bertemu sepanjang sejarah pertemuan mereka.
Dari tujuh laga tersebut, Indonesia memimpin rekor pertemuan dengan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Satu-satunya kemenangan Bangladesh terjadi pada 1985 dengan skor 2-1. Adapun empat kemenangan Indonesia diraih dengan skor 4-0 di Piala Merdeka 1975, 2-1 pada uji coba 1984, 1-0 pada 1985, serta 2-0 di laga uji coba 2008.
Partai terakhir kedua tim berlangsung pada 1 Juni 2022 dalam laga uji coba yang berakhir 0-0.
Lima Pemain Bangladesh Berkarier di Luar Negeri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361487/original/026182100_1790734347-bangla_2.jpg)
Perbesar
Indonesia datang dengan belasan pemain yang berkarier di luar negeri dan mayoritas berkompetisi di Eropa. Bangladesh juga memiliki amunisi diaspora: lima pemain mereka saat ini bermain di klub luar negeri.
Kelima nama tersebut adalah Hamza Choudhury, Samit Shome, Tariq Kazi, Zayyan Ahmed, dan Farhan Ali Wahid.
Hamza Choudhury berpengalaman di sepak bola Inggris, pernah membela Leicester City dan kini bermain untuk Sheffield United. Sementara itu, Samit Shome tercatat memperkuat New York Cosmos di Amerika Serikat.
Pilar lainnya, Tariq Kazi, berkiprah di Paro FC (Liga Bhutan). Zayyan Ahmed bermain untuk Rimal Al-Sahra SC di Uni Emirat Arab, sedangkan Farhan Ali Wahid memperkuat Boreham Wood.
Thomas Dooley di Balik Bangku Cadangan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9362239/original/078369500_1790764554-dooley.jpeg)
Perbesar
Bangladesh ditangani Thomas Dooley, sosok yang memiliki rekam jejak mentereng di sepak bola internasional.
Sebagai pemain, Dooley menjuarai Bundesliga bersama Kaiserslautern dan mengangkat trofi Piala UEFA (kini Liga Europa) bersama FC Schalke.
Ia juga banyak berkiprah di Major League Soccer dan meraih sukses saat membela Columbus Crew. Pada level tim nasional, Dooley menjadi tulang punggung Amerika Serikat, meloloskan USNMT ke perempat final Piala Dunia 1994, serta menjadi kapten pada Piala Dunia 1998.
Dalam karier kepelatihan, Dooley membawa Filipina lolos ke Piala Asia 2019 untuk pertama kalinya. Catatan lain yang masih diingat publik adalah kemenangan Filipina 4-0 atas Indonesia pada Piala AFF 2014.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Prediksi Prancis vs Italia: Les Bleus Berpeluang Menang