Tim SAR evakuasi nelayan tenggelam saat cari ikan di perairan Ketapang, Lampung Selatan

July 2026 · 2 minute read

Tim SAR evakuasi nelayan tenggelam saat cari ikan di perairan Ketapang, Lampung Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 17:33 WIB

Image Print

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban di Perairan Pulau Rimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Jumat. ANTARA/Riadi Gunawan

Tim SAR gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi dari masyarakat dan melakukan pencarian

Lampung Selatan (ANTARA) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi seorang nelayan yang tenggelam saat mencari ikan di perairan Pesisir Pulau Rimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara di Kalianda, Jumat, mengatakan proses pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai seorang nelayan bernama Edi (35), warga Desa Ruguk yang diduga tenggelam saat melaut.

“Tim SAR gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi dari masyarakat dan melakukan pencarian,” kata dia.

Ia menjelaskan operasi pencarian melibatkan personel Basarnas, Polairud, TNI AL, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan nelayan setempat, serta unsur potensi SAR lainnya dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan kapal patroli.

Setelah dilakukan pencarian, korban berhasil ditemukan di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya tim SAR mengevakuasi jenazah korban ke darat untuk diserahkan kepada pihak keluarga melalui petugas berwenang guna proses penanganan lebih lanjut.

“Akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit Bob Bazar,” katanya.

Dia menjelaskan kejadian tersebut bermula pada Jumat (17/7/2026) sekira pukul 02.00 WIB korban bersama rekannya berjumlah empat orang turun ke laut untuk melihat jaring dan menombak ikan di pesisir Pulau Rimau.

“Sekitar pukul 03.30 WIB tiga orang rekan korban naik ke darat karena sudah selesai menombak ikan, kemudian korban masih tertinggal di belakang karena sedang menombak ikan, tidak lama kemudian terdengar suara meminta tolong dari korban,” ucapnya.

Mendengar suara tersebut, rekan korban atas nama Zian berlari mencoba untuk menyelamatkannya, namun karena derasnya arus laut korban tidak bisa diselamatkan.

“Karena kelelahan saudara Zian sempat ikut tenggelam dan akhirnya diselamatkan lagi oleh satu rekannya atas nama Badawi, korban akhirnya terlepas dan hilang,” ujar dia.

Rezie mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut sehingga proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Ia mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan prakiraan cuaca, menggunakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung, serta memastikan perlengkapan komunikasi dalam kondisi baik guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.

Pewarta : Riadi Gunawan
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.