Tim PkM Universitas Baiturrahmah edukasi KWT Bayam Merah tentang inovasi produk berbasis minyak jeruk kasturi

September 2026 · 3 minute read

Padang (ANTARA) - Bahan alam memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif di bidang kefarmasian. Salah satunya minyak atsiri jeruk kasturi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan sediaan dengan nilai guna dan ekonomi.

Pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan pengetahuan mengenai karakteristik bahan, keamanan penggunaan, serta pengembangannya menjadi produk. Transfer pengetahuan kefarmasian kepada masyarakat menjadi langkah penting agar inovasi berbasis bahan alam dapat diterapkan secara tepat.

Atas dasar itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai apt. Yahdian Rasyadi, M.Farm., bersama apt. Fitri Wahyuni, M.Farm., apt. Wida Ningsih, M.Farm., apt. Ully Chairunisa, M.Farm. dari Universitas Baiturrahmah, serta apt. Selvi Merwanta, M.Farm. dari STIKes Ranah Minang Padang melaksanakan penyuluhan pemanfaatan minyak jeruk kasturi. Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa Unbrah, yakni Ropa Nur Azizah, Syahra Dwi Mulyawati, dan Anggi Gustina Jaya.

Kegiatan bertema “Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jeruk Kasturi dalam Inovasi Berbagai Produk Farmasi pada Kelompok Wanita Tani Bayam Merah di Kelurahan Aia Pacah Padang” tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026 di Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Sasaran kegiatan adalah 15 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bayam Merah yang diketuai Animar. Kelompok masyarakat produktif tersebut selama ini bergerak di bidang pertanian dan mengelola berbagai komoditas sehingga memiliki potensi untuk diperkuat melalui inovasi pengolahan bahan alam.

Pelaksanaan PkM diawali dengan penyuluhan oleh apt. Yahdian Rasyadi, M.Farm. dan apt. Ully Chairunisa, M.Farm. menggunakan poster sebagai media edukasi. Peserta diperkenalkan dengan tanaman jeruk kasturi, potensi minyak atsiri, manfaat, serta prinsip keamanan penggunaannya.

Dari perspektif kefarmasian, peserta juga diberikan pemahaman mengenai potensi minyak jeruk kasturi untuk dikembangkan menjadi berbagai bentuk sediaan dan produk. Di antaranya roll-on aromaterapi, minyak oles aromatik, sabun aromatik, lilin aromaterapi, dan emulgel. Pengenalan tersebut memberikan gambaran mengenai peluang pengembangan bahan alam menjadi produk yang lebih bernilai tambah.

Kegiatan ini merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan tim kepada masyarakat. Penelitian sebelumnya menunjukkan minyak atsiri kulit jeruk kasturi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sediaan roll-on aromaterapi dan emulgel melalui serangkaian evaluasi karakteristik serta keamanan penggunaan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengetahui pemahaman peserta. Anggota KWT secara aktif mendiskusikan manfaat minyak jeruk kasturi, keamanan penggunaan minyak atsiri, serta kemungkinan mengembangkan produk berbasis bahan alam di lingkungan kelompok.

Melalui kegiatan tersebut, keilmuan kefarmasian tidak hanya diterapkan dalam penelitian dan pengembangan sediaan, tetapi juga ditransfer kepada masyarakat dalam bentuk pengetahuan yang aplikatif. Masyarakat diperkenalkan dengan pentingnya aspek manfaat, keamanan, dan ketepatan pemanfaatan bahan alam sebelum dikembangkan menjadi suatu produk.

Tim PkM Unbrah lakukan Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jeruk Kasturi dalam Inovasi Berbagai Produk Farmasi pada Kelompok Wanita Tani Bayam Merah di Kelurahan Aia Pacah Padang. (ANTARA/HO-Unbrah)

Penyuluhan juga membuka wawasan anggota KWT terhadap potensi komoditas yang berada di sekitar mereka. Ketua KWT Bayam Merah, Animar, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai manfaat jeruk kasturi sekaligus peluang pengembangannya menjadi produk inovatif.

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi minyak jeruk kasturi, keamanan penggunaan minyak atsiri, serta peluang pengembangannya menjadi berbagai produk inovatif berbasis kefarmasian. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan didukung melalui Hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah IV Tahun 2026 Skema Pengabdian kepada Masyarakat.*