Tim penilai UNESCO Geopark Merangin kagum lihat pembuatan batik dengan dikukus - ANTARA News Jambi

August 2026 · 2 minute read

Merangin, Jambi (ANTARA) - Tim penilai (evaluator) UNESCO Global Geopark kagum melihat pembuatan batik dengan teknik pewarnaan alami atau ecoprint dengan dikukus yang dikembangkan perajin di Desa Markeh, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

"Baru di sini saya melihat ada batik yang dibuat dengan cara dikukus," ungkap salah satu evaluator asal Korea Selatan, Prof. Yongmun Jeon, di Merangin, Selasa.

Sedang evaluator lainnya Nicolas Klee, menyampaikan gagasan agar memperluas jangkauan promosi produk khas itu ke tingkat internasional melalui program pertukaran budaya.

Menurut Nicolas, masyarakat di Geopark Thailand memiliki aktivitas serupa yang terbukti berhasil menarik minat wisatawan internasional.

"Bagaimana jika kelompok di sini melakukan pertukaran budaya atau studi banding ke geopark di Thailand?" usul Nicolas melalui penerjemah dari Balai Bahasa Provinsi Jambi, Lukman.

Sementara itu, pengelola Batik Srikandi Desa Markeh, Meri Diastuti menyebutkan bahwa kegiatan membatik dengan pola tersebut telah memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

"Sangat berdampak. Masyarakat yang terlibat mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil penjualan batik ini," ungkap Meri.

Meri menambahkan, rumah batik yang ia kelola bersama masyarakat kini telah menjadi pusat edukasi bagi anggota PKK, Dekranasda, hingga kalangan sekolah.

Selain itu, kerajinan tersebut berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara dari berbagai negara, seperti Thailand, Maroko, dan Jepang.

Terkait usulan tim evaluator, Meri menyambut positif masukan tersebut dan berharap gagasan itu dapat terealisasi dengan dukungan pemangku kebijakan setempat.

"Saran itu akan menjadi catatan kami dan mudah-mudahan bisa difasilitasi oleh Badan Pengelola Geopark Merangin Jambi," kata Meri.

Dalam agenda peninjauan lapangan tersebut, kedua evaluator dunia itu tidak hanya melihat koleksi batik cap dan tulis, tetapi juga diajak mempraktikkan pembuatan batik cap, batik tulis, dan ecoprint.

Momen paling meriah terjadi saat proses penempelan motif daun pada kain batik ecoprint.

Ketika diminta menginjak kain agar pigmen daun menempel sempurna, Jeon dan Nicolas menginjak kain sambil menari sehingga memicu tawa para perajin dan warga yang hadir di lokasi.

Usai proses penempelan pigmen, kain batik ecoprint kemudian dikukus atau direbus. Proses tersebut membuat kedua evaluator UNESCO memuji kekayaan budaya masyarakat di sekitar Geopark Merangin.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.