Tekan tuberkulosis, Bali prioritaskan desa siaga - ANTARA News Bali

August 2026 · 2 minute read

Denpasar (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mengoptimalkan program desa siaga untuk menekan kasus tuberkulosis (TB) dan menemukan sebanyak-banyaknya kasus TB di wilayah setempat.

“Kami mengoptimalkan desa siaga sehingga semua ikut bergerak. Program ini cukup signifikan dalam menemukan kasus TB,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti.

Raka Susanti di Denpasar, Rabu, mengatakan program desa siaga membantu dalam penanganan, terbukti dari temuan 2.797 kasus sepanjang Januari-Agustus dari target 5.968 kasus untuk tahun ini.

“Program ini sangat membantu, terutama untuk kontak eratnya, karena kontak erat juga harus diberi obat sebagai terapi pencegahan TB,” ujarnya.

Dinkes Bali mencatat saat ini sudah terbentuk 69 desa siaga TB di kabupaten/kota se-Bali kecuali Jembrana dan Buleleng yang masih berproses.

Lewat program ini Dinkes Bali menempatkan kader untuk menemukan kasus TB, mulai dari memantau kondisi kesehatan masyarakat apabila ada yang mengalami batuk lama dan penurunan berat badan.

Selanjutnya kader akan mengajak warga tersebut ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk diperiksa, apabila positif maka akan diberikan obat dan pendampingan, termasuk mendorong keluarga atau kontak erat untuk ikut melakukan pemeriksaan.

"Kita harus bisa mengedukasi masyarakat agar segera memeriksakan diri ke faskes jika mengalami batuk hingga dua minggu. Jika hasilnya positif, tentu harus menjalani pengobatan serta memerlukan pendampingan dan dukungan, tidak hanya dari keluarga, tetapi juga orang-orang di sekitar, terutama melalui peran desa," katanya.

Dinkes Bali, kata dia, juga menemukan perubahan pada pola pandangan masyarakat soal penyakit tuberkulosis melalui program tersebut.

Program tersebut terbukti efektif menekan stigma negatif, sehingga warga tidak ragu memeriksakan diri dan paham bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dengan rutin minum obat.

"Masyarakat juga semakin paham bahwa TB dapat sembuh jika rutin minum obat dan melakukan pemeriksaan," katanya.

Dia mengimbau masyarakat untuk saling mendukung, mulai dari penemuan kasus hingga tahap pengobatan, agar TB dapat dituntaskan bersama.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.