Tak Lagi Sekadar Pindah Penduduk, Mentrans Sebut Transmigrasi Masuk Babak Baru

July 2026 · 2 minute read

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:53 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengubah paradigma program transmigrasi menjadi strategi pembangunan kawasan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga menarik investasi, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga

Transformasi tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mengoptimalkan potensi daerah melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, transmigrasi kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai program pemindahan penduduk, melainkan menjadi instrumen pembangunan kawasan berbasis potensi daerah.

Baca Juga

“Transmigrasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Ketika investasi masuk, lapangan kerja tercipta. Ketika kawasan berkembang, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Karena itu, pembangunan kawasan transmigrasi sekarang dimulai dari kebutuhan daerah, sementara pemerintah pusat hadir untuk memperkuat kolaborasi, menghadirkan investasi, dan membuka berbagai peluang pengembangan,” ujarnya dikutip Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Iftitah, pemerintah daerah kini menjadi aktor utama dalam menyusun arah pengembangan kawasan transmigrasi sesuai karakteristik dan potensi wilayah masing-masing. Sementara pemerintah pusat mengambil peran sebagai fasilitator yang mempertemukan kebutuhan daerah dengan investasi, teknologi, perguruan tinggi, dunia usaha hingga kerja sama internasional.

Baca Juga

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kementerian Transmigrasi juga aktif memperkenalkan potensi kawasan Indonesia Timur kepada investor. Salah satunya melalui kunjungan Menteri Transmigrasi bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong ke sejumlah kawasan transmigrasi di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan itu dilakukan untuk membuka peluang investasi di berbagai sektor di luar pertambangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Potensi tersebut harus dihubungkan dengan investor agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.

Upaya pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Menurut dia, pendekatan baru program transmigrasi mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif karena didukung kepastian hukum atas lahan, penyediaan hunian, serta kolaborasi lintas kementerian.

Halaman Selanjutnya

“Ketika kepastian hukum tersedia dan ekosistem ekonomi dibangun secara terpadu, konflik sosial dapat ditekan. Iklim investasi menjadi semakin kondusif. Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,79 persen, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen,” ujarnya.