6 Cara Menggunakan AC agar Lebih Hemat Listrik saat Musim Pa

August 2026 ยท 3 minute read

Musim panas identik dengan suhu udara yang lebih tinggi sehingga penggunaan pendingin ruangan (AC) cenderung meningkat. Bagi banyak orang, AC menjadi andalan untuk menjaga rumah tetap sejuk dan nyaman saat cuaca terik.

Namun, semakin lama AC digunakan, semakin besar pula konsumsi listrik yang dibutuhkan. Jika tidak digunakan secara efisien, kebiasaan menyalakan AC sepanjang hari dapat membuat tagihan listrik bulanan meningkat.

Agar rumah tetap sejuk selama musim panas tanpa membuat tagihan listrik membengkak, simak sejumlah tips menghemat listrik saat menggunakan AC berikut ini dilansir dari Meralco, Jumat (31/7).

1. Atur suhu AC dengan tepat

Banyak orang langsung mengatur suhu AC hingga 16โ€“18 derajat Celsius agar ruangan cepat dingin. Padahal, semakin rendah suhu yang dipilih, semakin berat pula kerja kompresor untuk mencapai suhu tersebut. Kondisi ini membuat konsumsi listrik meningkat tanpa memberikan manfaat yang signifikan.

Melansir India Today, Jumat (31/7) sebagian ahli merekomendasikan suhu AC berada di kisaran 24โ€“26 derajat Celsius karena dinilai cukup nyaman sekaligus lebih hemat energi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa menaikkan suhu AC sekitar 1 derajat Celsius dapat mengurangi konsumsi listrik sekitar 3โ€“6 persen.

2. Nyalakan fitur timer

Fitur timer membantu mengatur kapan AC menyala dan mati secara otomatis sehingga tidak terus beroperasi saat ruangan sudah cukup dingin atau ketika penghuni sedang tidur.

Selain membuat penggunaan listrik lebih efisien, timer juga mengurangi beban kerja AC karena waktu operasinya lebih terkontrol.

3. Gunakan mode kipas auto

Sebagian besar AC memiliki pilihan mode kipas Auto dan On. Mode Auto membuat kipas hanya bekerja saat sistem pendingin aktif sehingga konsumsi listrik menjadi lebih rendah.

Sebaliknya, mode On membuat kipas terus berputar meski kompresor berhenti bekerja. Selain lebih boros listrik, kondisi tersebut juga dapat membuat kelembapan kembali menyebar ke dalam ruangan.

4. Tutup pintu dan jendela

Saat AC menyala, pastikan pintu dan jendela tertutup rapat agar udara dingin tidak keluar dan udara panas dari luar tidak masuk ke dalam ruangan.

Menutup tirai atau gorden pada jendela yang terkena sinar matahari langsung juga dapat membantu mengurangi panas. Dengan begitu, AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mempertahankan suhu ruangan.

5. Rutin bersihkan filter AC

Filter AC yang dipenuhi debu dapat menghambat aliran udara sehingga kinerja pendinginan menjadi kurang optimal. Akibatnya, AC membutuhkan lebih banyak energi untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Bersihkan filter setidaknya setiap dua minggu, terutama saat AC digunakan setiap hari. Selain itu, lakukan servis berkala setiap tiga hingga enam bulan agar seluruh komponen AC tetap bekerja secara maksimal.

6. Padukan AC dengan Kipas Angin

Menggunakan kipas angin bersamaan dengan AC dapat membantu menyebarkan udara dingin lebih cepat dan merata ke seluruh ruangan. Aliran udara yang lebih baik membuat ruangan terasa sejuk meski suhu AC tidak terlalu rendah.

Dengan bantuan kipas angin, Anda dapat menaikkan suhu AC satu hingga dua derajat tanpa menambahkan beban listrik.