Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, memperkuat komitmen investasi untuk empat sektor yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.
“Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insya Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid usai menerima kunjungan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Selasa.
Dia menegaskan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk membuka peluang investasi yang lebih luas dari Uni Emirat Arab ke Sulteng. Selain itu, Pemprov Sulteng membuka ruang seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap investasi dari Uni Emirat Arab dapat segera masuk dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” harapnya.
Baca juga: Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok sepakat perkuat pasokan ekspor
Menurut Gubernur, Pemprov Sulteng tidak hanya menawarkan potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan dalam mendukung investasi, termasuk komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dan penyediaan infrastruktur pendukung.
“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri, serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan ketertarikan negaranya terhadap potensi investasi di Sulawesi Tengah. Ia menilai daerah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama strategis.
“Kami melihat banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral,” ungkapnya.
Baca juga: Pemprov Sulteng beri insentif pajak kendaraan bermotor mulai 3 Agustus
Lebih lanjut, kedua pihak telah sepakat untuk bergerak cepat melalui pembentukan tim bersama guna mempercepat realisasi investasi. Pihaknya akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas.
"Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan lanjutan di Jakarta untuk mempresentasikan secara lebih rinci empat sektor utama yang menjadi fokus, yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.
Pewarta: Fauzi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.