Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya tekanan darah. Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah.
Risiko tersebut juga dapat semakin besar apabila stres disertai pola tidur buruk, kurang beraktivitas, kebiasaan merokok, atau pola makan yang tidak sehat.
Mengapa Stres Bisa Mempengaruhi Tekanan Darah?
Ketika seseorang menghadapi situasi yang membuat stres, tubuh secara alami mengaktifkan respons terhadap tekanan atau bahaya. Hormon seperti adrenalin dan kortisol kemudian meningkat.
Respons tersebut dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah untuk sementara waktu meningkat.
Jika stres terjadi berulang kali atau berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko tekanan darah tinggi.
Stres juga dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan jantung, seperti kualitas tidur, pola makan, aktivitas fisik, serta konsumsi rokok atau alkohol.
Artinya, stres bukan satu-satunya penyebab hipertensi. Namun, stres berkepanjangan dapat menjadi salah satu faktor yang ikut meningkatkan risikonya.
Hipertensi Sering Tidak Menimbulkan Gejala
Tekanan darah tinggi kerap disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi. Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi tanpa merasakan keluhan apa pun.
Karena itu, jangan menunggu munculnya gejala untuk memeriksa tekanan darah.
Pada kondisi tertentu, tekanan darah yang sangat tinggi dapat disertai keluhan seperti sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, gangguan penglihatan, atau gejala lainnya.
Namun, keluhan tersebut tidak selalu menunjukkan hipertensi dan dapat disebabkan oleh kondisi lain.
Jika mengalami keluhan yang berat atau tekanan darah sangat tinggi, segera mencari pertolongan medis.
Gaya Hidup Bisa Memperbesar Risiko
Stres yang berlangsung lama sering kali berjalan beriringan dengan kebiasaan yang kurang sehat.
Ketika berada di bawah tekanan, seseorang mungkin lebih sering mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang berolahraga, tidur lebih sedikit, merokok, atau mengonsumsi alkohol.
Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
Konsumsi garam berlebihan;
Kurang aktivitas fisik;
Pola makan yang kurang sehat;
Merokok;
Konsumsi alkohol berlebihan;
Kurang tidur; dan
Berat badan berlebih.
Karena itu, mengelola stres sebaiknya tidak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca Juga: TBC Laten vs TBC Aktif pada Orang Dewasa, Kenali Perbedaannya