Liputan6.com, Brasilia - Para ilmuwan sudah mengidentifikasi katak yang sebelumnya belum diketahui, yang hidup di hutan-hutan dengan banjir musiman di wilayah barat Amazon. Spesies bernama Adenomera varcena ini menambah bukti bahwa keanekaragaman hayati Amazon jauh lebih kaya dari yang terlihat.
Dikutip dari Science Daily, Sabtu (19/9/2026), penemuan ini menyoroti pentingnya keanekaragaman kriptik, di mana hewan yang terlihat hampir identik sebenarnya bisa masuk ke dalam spesies berbeda. Para peneliti mengidentifikasi katak baru ini dengan menggabungkan beberapa bukti, termasuk DNA dan suaranya yang khas.
Penelitian ini terbit di jurnal Ichthyology & Herpetology. Tim peneliti tersebut terdiri dari profesor di Sao Paulo State University (UNESP), Celio F. B. Haddad dan profesor di Federal University of Minas Gerais (UFMG), Thiago R. Carvalho. Keduanya adalah bagian dari Pusat Penelitian Dinamika Keanekaragaman Hayati dan Perubahan Iklim (CBioClima), sebuah pusat Penelitian, Inovasi, dan Diseminasi (RIDC) yang FAPESP biayai.
Penemuan ini berawal dari ekspedisi lapangan di wilayah Sungai Jurua Hulu, Acre bagian barat. Para ilmuwan melakukan survei kepada fragmen-fragmen hutan di dekat Sungai Moa dan Croa, tidak jauh dari Cruzeiro do Sul.
Untuk memastikan bahwa katak tersebut adalah spesies baru membutuhkan lebih dari hanya mengamati penampilannya. Tim peneliti membandingkan data DNA, rekaman dari suaranya, bentuk tubuh (morfologi), informasi habitat, dan spesimen yang diawetkan dalam koleksi ilmiah.
Nama "varcena" merujuk pada hutan daratan banjir Amazon, yaitu ekosistem yang tergenang air pada periode-periode tertentu dalam satu tahun. Ini adalah lingkungan tempat mereka menemukan katak baru ini.
Habitatnya sangat menarik perhatian karena spesies-spesies dari genus Adenomera biasanya ditemukan di hutan dataran kering. Karena itu, penemuan Adenomera varcena di hutan yang tergenang secara musiman ini mengungkapkan hubungan habitat yang sebelumnya tidak diketahui untuk genus tersebut