SMF Raup Laba Rp 391 Miliar pada Semester I 2026 - Keuangan Katadata.co.id

July 2026 · 2 minute read

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membukukan laba bersih sebesar Rp 391 miliar pada semester I 2026. Capaian ini meningkat 33,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Kinerja laba ini, antara lain ditopang oleh pendapatan SMF yang naik 6,25% secara tahunan dari Rp 1,6 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 1,70 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto mengatakan, pertumbuhan laba juga didorong oleh pengelolaan keuangan dan risiko yang dijaga secara disiplin. “Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi penyaluran, kecukupan likuiditas, kualitas aset, dan kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan secara tepat waktu,” kata Bonai di Jakarta, Rabu (22/7).

Kinerja keuangan SMF juga tercermin dari pertumbuhan aset. Hingga Juni 2026, total aset perseroan mencapai Rp 68,29 triliun, meningkat 21,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,07 triliun.

Sementara itu, ekuitas naik 34,65% menjadi Rp 27,95 triliun. Adapun liabilitas tercatat sebesar Rp 40,35 triliun atau tumbuh 14,23% secara tahunan.

Di sisi kualitas aset, SMF mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net sebesar 0 persen. SMF juga membukukan return on equity (ROE) sebesar 3,18%, debt-to-equity ratio (DER) sebesar 1,75 kali, serta profit margin sebesar 22,89%.

SMF juga tercatat telah menyalurkan pembiayaan secara akumulatif sebesar Rp 141,61 triliun hingga Juni 2026. Adapun penyaluran kepada lembaga keuangan penyalur kredit pemilikan rumah (KPR), khusus pada semester I tahun ini mencapai Rp 14,09 triliun.

Selain itu, menurut Bonai, pihaknya juga mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Hingga pertengahan tahun, dana penyertaan modal negara (PMN) yang dikelola perusahaan telah menghasilkan pembiayaan sebesar Rp 36,77 triliun untuk mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah.

Perusahaan juga mempertahankan peringkat kredit internasional BBB dengan outlook stabil dari S&P Global pada April 2026. Di dalam negeri, perusahaan tetap memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo dan AAA dari Fitch Ratings Indonesia.