Sleman meluncurkan Kopi Keliling Merapi perkuat pemasaran kopi lokal
Selasa, 22 September 2026 21:31 WIB
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menikmati Kopi Nirmalagiri. (ANTARA/HO-Humas Prokopim Sleman)
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan program Kopi Keliling (Koling) dan Dua Roda Keliling (Darling) Merapi dalam rangka memperkuat pemasaran kopi robusta lokal, khususnya Kopi Nirmalagiri, serta mendorong promosi komoditas unggulan dan perekonomian warga di kawasan lereng Merapi.
"Program ini dihadirkan guna memperluas akses pasar dan jangkauan konsumen bagi kelompok tani serta koperasi di lereng Merapi," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman Liem Astuti di Sleman, Selasa.
Peluncuran armada yang berlangsung di Museum Gunung Merapi didukung oleh Pemerintah Daerah DIY melalui Dana Keistimewaan serta Bank Indonesia (BI) DIY lewat program corporate social responsibility (CSR).
Liem Astuti mengatakan total nilai bantuan sarana usaha yang diserahkan mencapai Rp599,76 juta. Bantuan tersebut mencakup empat unit Koling Merapi (kendaraan roda tiga) senilai Rp90 juta per unit dari CSR Bank Indonesia, dan enam unit Darling Merapi (gerobak motor roda dua bersarana pembuat kopi) senilai Rp39,96 juta per unit dari dana keistimewaan.
"Sarana tersebut disalurkan kepada kelompok tani dan koperasi untuk dimanfaatkan sebagai sarana usaha sekaligus saluran pemasaran kopi lokal Merapi," kata Liem Astuti.
Kedua jenis kendaraan operasional tersebut nantinya disebar di titik-titik pusat keramaian serta destinasi wisata utama Kabupaten Sleman, terutama di kawasan lereng Gunung Merapi.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menuturkan peluncuran ini menjadi bagian strategis dari pengembangan identitas Kopi Nirmalagiri agar mampu berdaya saing secara berkelanjutan.
"Kami ingin menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya mengangkat ekonomi warga, tetapi juga memperkuat identitas daerah. Koling dan Darling Merapi adalah upaya mendekatkan Kopi Merapi kepada konsumen dan wisatawan," kata Danang.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo menilai bantuan armada ini menjadi bukti komitmen kelompok tani Kopi Nirmalagiri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern.
"Kami berharap usaha ini tidak hanya berkembang dari segi ekonomi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa dari lereng pegunungan lahir produk yang mampu mengharumkan DIY, bahkan Indonesia," kata Sudibyo.
Dukungan senada disampaikan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad. Menurutnya, armada keliling ini tidak hanya menyajikan cita rasa produk lokal, melainkan juga membawa narasi perjuangan para petani di balik tiap cangkirnya.
"Yang bergerak bukan hanya kendaraannya, melainkan juga cerita dan perjuangan para petani yang menanamnya," kata Noviar.
Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi Kopi Merapi secara menyeluruh tidak terbatas pada peningkatan produksi hulu, tetapi juga memperkuat rantai pemasaran dan skala usaha tani lokal secara berkesinambungan.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026