Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) Kembali menerbitkan riset teranyar Program for International Student Assessment (PISA) 2025. Skor PISA menunjukkan Indonesia berada di urutan 73 dan 74 untuk kemampuan sains, matematika dan literasi dari 91 negara lain.
OECD mengingatkan skor Indonesia masih rendah, meskipun 97 persen penduduk yang berusia 15 tahun ke atas sudah melek huruf. Chief of Education UNESCO Regional Office for Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, the Philippines and Timor-Leste, and Liaison to ASEAN Santosh Khatri mengatakan indikator melek huruf tidak lantas memberikan gambaran lengkap mengenai tingkat literasi bangsa.
“Kita juga harus mempertimbangkan apakah seseorang memiliki keterampilan untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berpartisipasi dalam masyarakat, dan terus belajar sepanjang hidup mereka,” kata Khatri, dikutip Rabu (9/9).
Pada PISA 2025, skor sains Indonesia mencapai 389, meningkat enam poin dibandingkan tahun 2022. Skor membaca juga naik enam poin menjadi 365, sedangkan matematika berada pada angka 364 atau turun dua poin.
Namun, skor ini masih di bawah nilai rata-rata OECD yakni sebesar 476 poin.
“Ini mengingatkan kita terkait kebutuhan mendesak untuk upaya meningkatkan pemahaman dan pengertian mendalam di kalangan pelajar, dimulai dari kelas-kelas awal," ujarnya.
PISA merupakan studi evaluasi mutu pendidikan global yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk murid berusia 15 tahun. Indonesia termasuk negara mitra yang dilibatkan dalam studi PISA, meski tak tergabung dalam OECD.
PISA pertama kali digelar pada 2000, mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan membaca, matematika, dan sains. Pada 2025, lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara mengikuti penilaian tersebut.
Skor PISA Indonesia Tertinggal dari Negara ASEAN
Hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam sains dan membaca telah meningkat dibanding 2022. Namun, capaian Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara di Asia Tenggara.
Indonesia mencatat skor 389 untuk sains, 365 untuk membaca, dan 364 untuk matematika. Dibandingkan dengan PISA 2022, skor sains naik enam poin dan membaca tujuh poin. Namun, matematika turun dua poin.
Indonesia berada di tertinggal dari Singapura yang berada di posisi dua setelah Cina untuk kemampuan sains dan matematika. Adapun untuk kemampuan literasi, Singapura di posisi pertama.
Indonesia di posisi terendah dibanding dari Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina, dalam membaca dan matematika. Indonesia hanya berada di atas Filipina dan Kamboja untuk kategori sains.
Sebanyak 60,9 persen siswa Indonesia berada di bawah Level 2 dalam sains, membaca dan matematika. Sebaliknya, hanya 0,1 persen yang termasuk dalam kelompok berprestasi tinggi.
Daftar urutan negara dengan Skor PISA di bawah Indonesia untuk kategori sains:
73 Indonesia = 389
74 El Salvador = 385
75 Cambodia = 382
76 North Macedonia = 378
77 Philipina = 382
78 Lebanon = 372
79 Armenia = 369
80 Krygyzstan = 363
81 Republik Dominika = 361
82 Palestina = 359
83 Marocco 358
84 Kosovo =357
85 Paraguay =355
86 Kurdistan = 352
87 Guatemala = 351
88 Zambia = 337
89 Kenya = 335
90 Tajkistan =334
91 Rwanda = 317