Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (PP Pelti) menyebut kondisi Janice Tjen berbeda dengan petenis Filipina Alexandra Eala dalam menentukan pilihan antara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan agenda WTA.
"Eala itu punya poin banyak di akhir tahun. Jadi modalnya banyak. Karena Eala itu banyak poin di awal tahun dan pertengahan tahun ini. Modal ini Eala akan dipakai untuk Grand Slam," kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.
Janice memastikan tidak tampil pada Asian Games 2026 setelah tidak memperoleh pengecualian dari WTA terkait kewajibannya mengikuti China Open, turnamen level WTA 1000 di Beijing.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan peringkat dunia Janice dan peluangnya untuk tetap berada di posisi yang memungkinkan tampil langsung pada babak utama Australian Open 2027.
Sementara Eala memilih membela Filipina pada Asian Games 2026 meski negaranya masih berupaya mendapatkan pengecualian dari WTA untuk melewatkan China Open.
Eala, yang berperingkat 18 dunia, tetap akan tampil pada Asian Games meski ketidakhadiran pada turnamen wajib WTA berpotensi membawa konsekuensi terhadap peringkat dan penalti.
Menurut Andi, Pelti sebenarnya siap menanggung konsekuensi berupa denda apabila persoalan Janice hanya berkaitan dengan penalti.
"Kalau sanksi, Pelti siap membayar sanksi. Tidak ada urusan, kita siap membayar," kata Andi.
Namun, ia mengatakan persoalan utama yang dipertimbangkan adalah konsekuensi terhadap poin peringkat Janice.
Pelti telah berkomunikasi dan menyurati WTA untuk meminta kebijakan terkait situasi tersebut, tetapi aturan WTA tidak memberikan perlindungan terhadap poin peringkat apabila Janice melewatkan turnamen wajib.
Andi mengatakan keputusan soal Janice juga ditempatkan dalam rencana jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Untuk Janice, itu sebenarnya bagian dari skema persiapan Olimpiade 2028," ujar Andi.
Menurut Pelti, mempertahankan posisi pada peringkat dunia dan tampil di turnamen level tinggi menjadi bagian penting dari perjalanan Janice menuju target tersebut.
Janice mengumumkan ketidakhadirannya di Asian Games pada 11 September. Petenis berusia 24 tahun itu menyatakan keputusannya tersebut tidak mudah karena selalu bangga membela Indonesia, tetapi harus mempertimbangkan kewajibannya dalam tur WTA.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Situasi Janice Tjen dan Eala berbeda dalam konteks Asian Games 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.