Setahun Dipenjara, Nikita Mirzani Akui Rindu Kehidupan Mewah: Biasanya Jam Segini Aku di Mall

August 2026 · 2 minute read

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:00 WIB

VIVA – Nikita Mirzani mengungkap sejumlah perubahan yang dirasakannya setelah lebih dari setahun menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu. Salah satu hal yang paling terasa bagi aktris tersebut adalah perubahan dalam kesehariannya, terutama kebiasaan menggunakan barang-barang bermerek yang sebelumnya kerap menjadi bagian dari penampilannya.

Baca Juga

Nikita Mirzani diketahui mulai menjalani masa penahanan sejak 4 Maret 2025 setelah terseret perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan dokter Reza Gladys. Dalam perkara tersebut, Nikita kemudian dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak tinggal diam atas putusan tersebut, Nikita masih menempuh upaya hukum melalui Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, kehidupan Nikita pun berubah cukup drastis dibandingkan sebelum dirinya berada di balik jeruji besi.

Baca Juga

Hal itu terungkap melalui sebuah video yang dibagikan akun Instagram resmi Rutan Pondok Bambu. Dalam kesempatan tersebut, Nikita menceritakan bagaimana rutinitasnya saat ini sangat berbeda dengan kehidupan yang sebelumnya ia jalani.

Salah satu hal yang ternyata dirindukan Nikita adalah kebiasaannya mengenakan barang-barang branded. Sebelum dipenjara, ia mengaku terbiasa menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan dan tampil dengan berbagai aksesori serta tas bermerek.

Baca Juga

"Aku tuh udah kelamaan di Rutan Pondok Bambu, aku udah nggak pakai barang-barang branded," kata Nikita Mirzani, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.

Ia kemudian membandingkan rutinitasnya saat ini dengan kebiasaannya sebelum mendekam di rutan. Jika dahulu waktu tersebut bisa dihabiskan dengan berbelanja atau sekadar berada di mal, kini aktivitas Nikita tentu sangat terbatas.

"Biasanya jam segini aku tuh udah di mall, pakai tas-tas bagus, sekarang nggak bisa," sambungnya.

Meski harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, Nikita tetap berusaha menjaga penampilannya. Ia menilai kondisi berada di dalam rutan bukan berarti membuat seseorang tidak dapat tampil menarik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meski di dalam rutan, tapi kita tetap bisa bergaya," ungkapnya.

Menariknya, Nikita kemudian memperlihatkan sejumlah hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh warga binaan Rutan Pondok Bambu. Salah satunya berupa tas rajut yang dapat dimanfaatkan sebagai produk bernilai ekonomi.

Halaman Selanjutnya

Bagi Nikita, keberadaan berbagai kegiatan kreatif tersebut menjadi salah satu sisi positif yang bisa dilakukan selama berada di dalam rutan. Para warga binaan tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga dapat menghasilkan karya yang berpotensi untuk dijual.