Sering Ditawar Murah? Ini Penyebab Mobil bekas Operasional Perusahaan Kehilangan Nilai Jual

July 2026 · 2 minute read

Liputan6.com, Jakarta - Menjual atau meremajakan mobil operasional perusahaan kerap menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Harapan untuk mendapatkan nilai jual terbaik demi menambah kas perusahaan sering kali berujung sebaliknya. Saat bernegosiasi dengan calon pembeli—baik dari showroom maupun perorangan—perusahaan justru berada di posisi yang kurang menguntungkan, sehingga terpaksa menerima penawaran jauh di bawah ekspektasi.

Padahal, mobil eks-operasional perusahaan sebenarnya memiliki daya tarik tinggi di pasar mobil bekas. Berdasarkan survei perilaku konsumen di pasar mobil bekas nasional, sekitar 65 hingga 70 persen calon pembeli, termasuk jaringan dealer, lebih tertarik pada kendaraan eks-perusahaan. Alasannya, legalitas dokumen dinilai lebih jelas, serta riwayat perawatan berkala umumnya lebih disiplin dan konsisten dibandingkan mobil milik pribadi.

Tantangan Depresiasi dan Celah Negosiasi

Meski minat pasar tinggi, potensi ini kerap terkikis oleh depresiasi nilai aset. Mengacu pada analisis industri otomotif dari Deloitte dan PwC, nilai kendaraan operasional dapat turun sekitar 15 hingga 20 persen pada tahun pertama penggunaan. Nilai tersebut kemudian terus menyusut mengikuti Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia, hingga tersisa sekitar 50 persen dari harga awal saat memasuki usia lima tahun.

Kondisi penyusutan ini sering dimanfaatkan calon pembeli untuk menekan harga dengan menyoroti berbagai kekurangan fisik kendaraan, meskipun status legalitasnya clean dan menjadi nilai tambah.

CEO Garasi.id, Ardy Alam, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan kehilangan potensi nilai jual hingga puluhan juta rupiah bukan karena kondisi mobil yang buruk, melainkan karena tidak memiliki data objektif untuk membuktikan kondisi kendaraan tersebut.

"Banyak perusahaan sebenarnya kehilangan nilai puluhan juta bukan karena mobilnya jelek, tapi karena mereka tidak punya data yang bisa membuktikan kondisi kendaraan secara profesional. Akhirnya, harga ditekan terus saat negosiasi," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (13/7/2026).