Karawang (ANTARA) - Seorang anak ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di saluran irigasi sekunder di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat setelah dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Selasa (18/8).
Kasie Humas Polresta Karawang Ipda Cep Wildan di Karawang, Rabu, menyampaikan korban merupakan seorang anak berusia 10 tahun, warga Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Karawang.
"Setelah dilakukan pencarian bersama warga dan tim gabungan, korban ditemukan meninggal dunia di sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam di saluran irigasi sekunder di wilayah Desa Medangasem," katanya.
Pencarian dilakukan setelah pihak keluarga dan aparatur desa setempat berkoordinasi dengan kepolisian karena korban tidak kunjung pulang sejak diketahui berenang di saluran irigasi pada Selasa.
"Pencarian melibatkan tim gabungan dari personel Satpolairud Polresta Karawang, Polsek Rengasdengklok, Basarnas Unit Karawang, dan BPBD Kabupaten Karawang. Masyarakat dan aparat desa setempat juga ikut melakukan pencarian," kata dia.
nSetelah dilakukan pencarian bersama, korban akhirnya ditemukan pada Rabu, di saluran irigasi Dusun Babakan, Desa Medangasem.
Selanjutnya jenazah korban dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan pemakaman.
Peristiwa bermula pada Selasa (18/8), ketika seorang saksi melihat korban sedang berenang di saluran irigasi yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Setelah berjam-jam berenang, pada hari itu korban tidak kunjung pulang hingga sore dan malam hari. Sehingga keluarga bersama aparatur desa kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian karena mencurigai korban tenggelam.
Mendapat informasi tersebut, tim gabungan mendatangi lokasi pada Rabu pagi untuk melakukan pencarian.
Petugas juga melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mencatat keterangan para saksi, serta mendatangi rumah korban untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.
Atas kejadian itu, Polresta Karawang mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika bermain atau beraktivitas di sekitar saluran irigasi, sungai, maupun perairan lainnya yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.
Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.