Seniman dari berbagai negara ramaikan Solo International Art

July 2026 · 3 minute read

Seniman dari berbagai negara ramaikan Solo International Art

Jumat, 17 Juli 2026 10:32 WIB

Image Print

Sejumlah delegasi dari berbagai negara pada Gala dinner yang menandai dibukanya SIAC #5 2026 di Sasana Krida Kusuma Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Seniman dari berbagai negara ikut meramaikan Solo International Art Camp (SIAC) #5 Tahun 2026 yang diselenggarakan dari tanggal 16-27 Juli.

Ketua Panitia SIAC ke-5 Sulistyo Chung dalam Gala dinner yang menandai dibukanya SIAC #5 2026 di Sasana Krida Kusuma Solo, Jawa Tengah, Kamis mengatakan edisi kali ini mengusung tema universal yang relevan, yaitu Rewriting Tomorrow (Menulis Ulang Hari Esok).

Ia mengatakan konsep ini diangkat sebagai respons adaptif terhadap situasi dunia saat ini yang penuh tantangan, mulai dari isu krisis energi global hingga ketidakpastian geopolitik yang sudah dirasakan imbasnya di dalam negeri.

“Melalui tema ini kami mengajak para seniman dari berbagai penjuru dunia untuk menceritakan harapan mereka mengenai masa depan bumi dalam wujud karya nyata. Mulai besok para peserta akan menuangkan isi pikiran mereka secara langsung dalam medium seni lukis maupun patung," jelas Sulistyo Chung yang juga Ketua Yayasan Jagoan Indonesia.

Ia mengatakan antusiasme global terhadap SIAC mengalami peningkatan drastis dari tahun ke tahun, dimulai dari hanya 12 negara pada edisi pertama tahun 2016, berturut-turut naik menjadi 15, 20, 22, hingga mencapai puncaknya tahun ini dengan total 28 negara.

Jumlah peserta workshop kali ini sebanyak 80 orang, 65 di antaranya merupakan delegasi mancanegara dan 15 seniman lokal. Seniman mancanegara yang hadir dalam Solo Internasional Art Camp #5 2026 di antaranya dari Australia, Bangladesh, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kamboja, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Lituania, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Polandia, Rusia, Serbia, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Thailand, Turki, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Perhelatan tersebut juga melibatkan lebih dari 400 seniman lokal dari sanggar-sanggar seni di Surakarta.

Mereka dijadwalkan mengisi pertunjukan tari tradisional setiap sore hari di lokasi workshop. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah Cultural Parade (Kirab Budaya) yang akan diselenggarakan di area Car Free Day (CFD) Ngarsopuro, Solo, Minggu (19/7), di mana para delegasi asing akan mengenakan pakaian adat khas negara masing-masing.

Sementara itu, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Mayjen TNI Endro Satoto yang hadir mewakili Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto Dewan Penasehat Yayasan Jagoan Indonesia.

“Ini merupakan pembuktian nyata bahwa seni memiliki kekuatan magis (soft power) sebagai wadah dialog global, mempererat tali persaudaraan antar-bangsa, sekaligus memperkenalkan kehangatan serta kekayaan khazanah budaya Indonesia ke mata dunia,” katanya.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut hangat pelaksanaan SIAC ke-5 ini. Pemerintah Kota Surakarta menyatakan komitmennya dalam mendukung ajang kebudayaan yang berkelanjutan dan mempromosikan pariwisata Solo secara masif.

Ajang ini dinilai krusial sebagai pendorong visi strategis Solo menuju kota global (World City 2030).

“Semoga event ini melahirkan daya tarik wisata baru yang berkelanjutan dan terus dikembangkan sebagai salah satu flagship event unggulan Kota Solo di masa depan,” katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.