Semua elemen masyarakat harus dilibatkan dalam menangani karhutla di Kalteng
Selasa, 4 Agustus 2026 17:21 WIB
Senator RI asal Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang saat berkunjung ke posko karhutla Palangka Raya, kemarin. ANTARA/HO-Sahabat Terang.
Palangka Raya (ANTARA) - Senator RI asal Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang berharap dalam menghadapi siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga akhir Oktober 2026, semua elemen pemerintah daerah solid harus lebih antisipatif dan preventif.
"Keterlibatan semua elemen masyarakat luas, termasuk akademisi dalam melahirkan masukan-masukan inovatif, harus lebih dioptimalkan," kata Teras Narang di Palangka Raya, kemarin.
Berdasarkan informasi yang diterima Anggota DPD RI itu, Karhutla di Kalteng hingga akhir Juli 2026 telah mencapai 3.068 hektar. Di mana luasnya menurut dia, mendekati luasan Kota Yogyakarta yang sekitar 3.250 hektar.
Dia mengatakan, bisa dibayangkan bagaimana lahan seluas ini bisa mengalami kebakaran sekian lama. Juga bagaimana dampaknya bagi perekonomian serta kesehatan masyarakat, hingga pemerintah daerah yang kondisi keuangannya juga mengalami situasi fiskal membuat semakin tidak mudah.
"Itulah kenapa keterlibatan semua elemen perlu ditingkatkan. Bagaimana pun, kita mesti berusaha menjaga terus tanah Kalteng tercinta dari ancaman Karhutla, yang terus terjadi karena karakteristik wilayah sangat luas melebihi Pulau Jawa, dan kaya lahan gambut," kata dia.
Meski mengapresiasi adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Menko Polkam dan Kepala BNPB, yang telah turun dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di Kalteng, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dukungan tambahan armada udara, hingga logistik dan peralatan, menurut dirinya masih belum cukup.
Mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu mengatakan, pemerintah pusat harapannya dapat lebih memberi atensi pada provinsi setempat dalam hal karhutla, terutama pencegahan dari hulu. Di mana masalah dari hulu termasuk soal alih fungsi lahan, sungguh memperhatikan keseimbangan kepentingan eksploitasi ekonomi dengan keseimbangan ekologi.
"Dua elemen pembangunan yang berkelanjutan ini perlu dijaga dengan memastikan investasi yang masuk ke Kalteng, memahami prinsip-prinsip perlindungan lahan dan masyarakat dari bencana Karhutla," kata Teras Narang.
Baca juga: Teras Narang minta pusat bantu Kalteng tangani karhutla
Dia menyebut, salah satu organisasi lingkungan pernah menyampaikan titik hotspot karhutla di Kalimantan secara umum, atau sekitar 70 persen ada di konsensi perusahaan. Artinya, butuh kerja ekstra dan pengawasan yang lebih integral sebagai upaya memastikan sepanjang masa kemarau, aktivitas pemegang konsesi sungguh diawasi agar tidak memicu kebakaran.
Pada isu hilir untuk masyarakat umum, khususnya para peladang tradisional, agar disiapkan skema pengendalian aktivitasnya, sebagaimana pernah dilakukan dirinya saat memimpin Kalteng lewat pengaturan hingga tingkat desa.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.