Sekretaris Daerah HST Muhammad Yani resmi pensiun - ANTARA News Kalimantan Selatan

September 2026 · 2 minute read

Barabai (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani resmi memasuki masa pensiun alias purna tugas dari jabatannya sebagai abdi negara. 

"Alhamdulillah, saya telah menunaikan tugas sebagai ASN. Masa pensiun justru menjadi ruang baru untuk menentukan bentuk pengabdian berikutnya," kata Muhammad Yani usai ramah tamah purna tugas di Pendopo Bupati HST, Rabu. 

Selepas meninggalkan pemerintahan, kata Yani, tidak ingin berhenti berkegiatan, melainkan kembali menekuni sejumlah aktivitas yang selama ini menjadi perhatian, termasuk seni dan pembinaan generasi muda.

Yani menyebut akan mengembangkan Balai Rakyat Kreatif Hub yang menjadi ruang pengembangan anak muda di Bumi Murakata. 

"Di dalamnya terdapat Gendewa Studio Art Murakata dengan sekitar 300 anggota penari dari kalangan pelajar, Murakata Symphony Orkestra sekitar 180 anggota, serta kegiatan Public Speaking dan English Club," jelasnya. 

Selain berkegiatan di bidang seni dan budaya, Muhammad Yani juga akan kembali lebih dekat dengan masyarakat, serta mengurus kebun yang di konsepnya jadi tempat konservasi. 

Ia juga masih mendapat kepercayaan untuk berbagi ilmu melalui kegiatan mengajar di PSDKU Universitas Lambung Mangkurat pada Program Studi Ekonomi Pembangunan.

Di samping itu, Yani juga tidak menutup diri untuk berpeluang terjun ke dunia politik jika jalur tersebut dinilai efektif untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

"Kalau satu saat kita memandang jalur politik ini efektif, insyaallah kita akan masuk. Tetapi kalau jalur yang ada sudah berkembang dengan bagus, kita tidak terlalu terikat dengan politik," ujarnya.

Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan bahwa purna tugas bagi Muhammad Yani bukan berarti berhenti bergerak, melainkan tetap melanjutkan pengabdian dengan versi lainnya. 

Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.