Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim, Iran menunjukkan komitmen terkuatnya sejauh ini dalam negosiasi dengan AS.
Baca Juga
Namun, Trump mengaku belum memutuskan apakah akan melancarkan agresi militer besar-besaran terhadap negara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami sedang berdiskusi dengan mereka saat ini. Saya rasa mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas," kata Trump di Gedung Putih, Washington D.C, AS, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Baca Juga
Ilustrasi Bendera Iran
Photo :
- Reuters
"Menurut saya, mereka jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat sebelumnya. Tapi itu tidak berarti kami akan sampai ke sana. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujarnya.
Baca Juga
Terkait keputusan untuk melancarkan agresi militer berupa serangan besar-besaran terhadap Iran, Trump menjawab belum mempertimbangkan hal itu.
"Kami bisa meningkatkan eskalasi ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika kami mau, kami siap melakukannya. Kami sudah siap tempur dan siap bertindak. Ada dua cara. Menurut saya, itu cara yang lebih cerdas, tetapi yang lain mungkin cara yang lebih mudah," kata Trump.
Sementara itu, soal keterlibatan Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihatnya, dalam pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan semua orang termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, akan turut terlibat.
"Ini masalah besar. Mereka (Iran) tidak boleh memiliki senjata nuklir. Terlepas dari apa yang dikatakan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kami harus melakukannya dengan benar," ujarnya.
Para ahli strategi Partai Republik mengaku khawatir bahwa perang dengan Iran, yang dinilai tidak populer itu, akan membuat partainya kehilangan kursi di kedua majelis Kongres AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump sendiri tidak masuk dalam daftar calon pada pemilu sela November nanti. Namun, jika Partai Demokrat berhasil merebut satu atau kedua majelis Kongres, maka hal itu dapat mempersulit pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.
Diketahui, AS telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sebagai respons atas apa yang diklaim sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Halaman Selanjutnya
Iran pun merespons dengan menyerang fasilitas dan pangkalan yang digunakan militer AS di sejumlah negara di kawasan. Saling serang antara kedua negara terus berlanjut, meskipun AS dan Iran telah menandatangani kerangka kesepakatan mengakhiri perang yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026 lalu. (Ant).