Sebanyak 942 orang daftar beasiswa santri dan pengasuh pesantren di Jateng 2026
Minggu, 26 Juli 2026 19:51 WIB
Proses seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren Jawa Tengah 2026. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Sebanyak 942 orang mendaftar beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang didanai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2026, terdiri atas pendaftar santri 702 orang dan pendaftar pengasuh 240 orang.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng Hasyim Muhammad, di Semarang, Minggu mengatakan bahwa seleksi beasiswa tersebut telah memasuki babak akhir.
“Untuk beasiswa dalam negeri masih seleksi tahap akhir melalui wawancara tanggal 25-26 Juli 2026, yang hasilnya diumumkan pada 3 Agustus 2026," katanya.
Tahapan wawancara berlangsung di komplek Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) Jateng.
Hasil wawancara akan diumumkan melalui laman www.jatengprov.go.id, dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).
Adapun untuk penerima beasiswa kuliah tingkat sarjana di kampus luar negeri sudah diumumkan pada 6 Juli 2026.
Ada sebanyak 15 orang yang lolos, terdiri atas tiga orang bidang sainstek kuliah ke China, satu orang kedokteran di Al- Azhar Mesir, tiga orang di Al Ahqof Yaman, dan tujuh orang di Al Azhar Mesir bidang Keislaman. Kemudian, satu santri kuliah double degree.
Sejak dibentuk pada November 2025, Pemprov Jateng menugaskan kepada LFSP untuk menjalankan seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren.
"Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini," katanya.
Program tersebut sudah disosialisasikan sejak setahun lalu baik secara daring maupun luring. Program beasiswa tahun 2026 adalah perdana, dan tahun-tahun berikutnya akan dibuka lagi.
Ketua Panitia Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng Wahid Abdulrahman menyampaikan materi wawancara meliputi empat hal.
Meliputi, kemampuan membaca kitab kuning (50 persen), hafalan Al-Quran (20 persen), wawasan kebangsaan (15 persen), dan Kepesantrenan (15 persen).
Ia menyebutkan beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini ada lima jenis, yaitu program Santri Vokasi dan S1 dalam negeri, Santri Vokasi dan S-1 Luar Negeri, Program Studi S-1 luar negeri (Double Degree).
Kemudian, Program Studi S1 luar negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 dalam negeri.
"Untuk kampusnya, pilihannya bebas, bisa negeri atau swasta, yang penting kampus di Jawa Tengah yang sudah MoU dengan Pemprov Jateng. Atau kampus luar negeri yang juga sudah kerjasama," kata Wahid.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyatakan panitia melakukan seleksi ketat terhadap implementasi program beasiswa santri dan pengasuh pesantren 2026.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.