Scarlett Johansson Kritik Standar Kecantikan Hollywood yang Tak Realistis

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Aktris Scarlett Johansson mengungkap sempat didera tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang menurutnya tak realistis.

Wanita 41 tahun ini mengaku pernah merasa harus memenuhi standar kecantikan Hollywood yang nyaris mustahil dicapai di usia belia. Pengalaman tersebut ia bagikan saat tampil dalam serial Home in Five milik Good Housekeeping.

Bintang 'Jurassic World Rebirth' ini mengenang bagaimana industri film saat itu memiliki gambaran yang sangat kaku tentang penampilan artis, dan bagaimana mereka harus terlihat di publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu ada standar yang sangat spesifik tentang bagaimana seorang bintang film harus terlihat. Standar itu terasa mustahil dicapai dan tidak memberi ruang bagi seseorang untuk menunjukkan gaya pribadinya," ungkap Scarlett, seperti dikutip dari Female First.

Namun dalam dua dekade terakhir, Scarlett melihat mulai ada perubahan makna tentang standar kecantikan. Menurutnya, tekanan untuk tampil sempurna yang pernah ia rasakan di awal karier kini bergeser ke arah yang lebih inklusif dan memberi ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan diri.

"Para aktor sekarang bisa mengekspresikan gaya pribadi mereka di karpet merah jauh lebih bebas dibandingkan dulu," ujarnya.

Penampilan para selebriti kini tidak lagi harus mengikuti satu pakem kecantikan tertentu, melainkan lebih menghargai karakter dan identitas masing-masing.

Pernah Dicap sebagai Simbol Seks

Dalam wawancara sebelumnya bersama The Sunday Times, Scarlett bercerita di awal karier, dia seperti terjebak dalam citra sebagai simbol seks. Banyak karakter yang ditawarkan kepadanya hanya berfokus pada daya tarik fisik.

"Saat masih muda, banyak karakter yang ditawarkan kepada saya memiliki ambisi atau perjalanan cerita yang berpusat pada seberapa menarik mereka di mata orang lain, terutama dari sudut pandang laki-laki," tuturnya.

Aktris yang telah membintangi berbagai film blockbuster tersebut merasa kala itu dirinya lebih sering dinilai berdasarkan penampilan fisik dibandingkan kemampuan akting. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, ibu dua anak ini jadi lebih selektif memilih proyek film. Dia akan menolak peran yang menurutnya tidak memberikan kepuasan secara kreatif dan bersabar menunggu kesempatan yang benar-benar sesuai.

"Saya harus belajar menerima bahwa menemukan peran yang tepat memang membutuhkan waktu. Itu tidak mudah ketika masih menjadi aktor muda, tetapi saat itu saya belum memiliki anak sehingga saya bisa lebih bersabar menunggu kesempatan yang tepat," katanya.

Kini, Scarlett melihat perubahan positif di industri hiburan. Menurutnya, para aktor memiliki kebebasan lebih besar untuk menampilkan gaya pribadi sekaligus memilih karakter yang lebih beragam, tanpa harus terus dibatasi standar kecantikan tertentu.

(hst/hst)