Pontianak (ANTARA) - Tim Manggala Agni menemukan satwa trenggiling mati di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat berada di lokasi untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
"Iya, betul kejadian tersebut, satwa tersebut ditemukan oleh salah satu tim kami di lokasi kemarin," kata Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi saat di konfirmasi di Pontianak, Jumat.
Menurut Efendi, ular menjadi salah satu satwa yang paling banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Sejauh ini hewan atau satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan itu ular," ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini Manggala Agni belum menemukan orangutan maupun beruang yang menjadi korban akibat karhutla.
Efendi menjelaskan kedua jenis satwa tersebut memiliki insting yang lebih kuat untuk menghindari kebakaran.
"Kalau untuk orangutan atau beruang sejauh ini kami belum menemukan, karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi," katanya.
Sementara itu, Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang Fitria Sri Handayani mengatakan penemuan trenggiling tersebut berada tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura.
"Penemuan trenggiling itu kemarin, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan," kata Fitria.
Fitria mengatakan selain trenggiling dan ular, tim Manggala Agni juga kerap menemukan sarang lebah saat melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
"Sejauh ini trenggiling, ular, sama sarang-sarang lebah saja yang sering ketemu di lapangan," Jelasnya.
Temuan tersebut menjadi bukti, kini karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam satwa yang berada di sekitar kawasan terdampak kebakaran.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.