Satgas PRR: Pemulihan Aceh pascabencana dilaksanakan secara transparan - ANTARA News Aceh

August 2026 · 2 minute read

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Dr. Safrizal  ZA menyatakan seluruh proses pelaksanaan kegiatan pemulihan Aceh pascabencana dilaksanakan secara transparan. 

“Tidak ada yang disembunyikan. Semuanya terbuka. Bahkan saya telah menyampaikan berkali-kali semua proses ini transparan. Semua data bisa diakses. Bila ada yang membutuhkan data beritahu kami. Ini wujud komitmen Satgas PRR,” kata Safrizal ZA di Banda Aceh, Sabtu.

Ie menjelaskan, pembangunan Aceh pascabencana hidrometeorologi Sumatra telah disusun di dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra (Renduk PRRP) 2026-2028. Pemulihan dan pembangunan kembali Aceh dilakukan dalam tempo tiga tahun. 

“Semuanya sesuai dengan tahapan penanggulangan pascabencana. Bahkan untuk membangun kembali Aceh, Sumut, dan Sumbar, telah disusun dalam blueprint (cetak biru) yang disebut Renduk PRRP 2026-2028. Semua pihak bisa mengakses,” kata Safrizal.

Safrizal yang juga menjabat Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, saling bertukar informasi, dan bersedia duduk bersama agar dapat melihat dan mengukur proses penanggulangan dan pemulihan Aceh yang sedang dilaksanakan. 

Pembangunan kembali pascabencana hidrometerologi Sumatra dikerjakan secara paralel oleh 30 kementerian/lembaga, dan turut dibantu oleh pihak swasta. Semuanya bekerja melaksanakan tupoksi masing-masing. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bertugas melakukan koordinasi, menagih komitmen, dan lain-lain. 

Lebih rinci ia menjelaskan, berdasarkan data 8 Agustus 2026, sumur bor yang telah rampung dibangun di Aceh mencapai 511 unit, serta 259 sumur bor plus MCK. Total 770 unit.

Kemudian optimalisasi lahan sawah (rusak ringan) telah dilakukan mencapai 6.706 hektare. Untuk rehabilitasi lahan sawah rusak sedang telah mencapai 4.393 hektare.

Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.