Jakarta (ANTARA) - Perusahaan jasa pengiriman, SiCepat meluncurkan layanan layanan logistik, "SiCepat Logistik" yang menyasar industri manufaktur, pemilik merek (brand), distributor, peritel, hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
CEO SiCepat Ekspres, Barry Lim, mengatakan keunggulan utama layanan tersebut terletak pada integrasi seluruh proses logistik dalam satu sistem sehingga pelanggan tidak lagi harus berkoordinasi dengan banyak penyedia jasa.
“Jadi, yang membedakan SiCepat Logistik bukan sekadar ragam layanan yang kami tawarkan, tapi bagaimana seluruh layanan itu berjalan dalam satu sistem yang sama,” kata Barry saat peluncuran SiCepat Logistik di Kawasan Pergudangan Puninar, Jakarta Timur, Selasa.
Layanan itu merupakan salah satu solusi logistik "business-to-business" (B2B) yang didukung oleh kekuatan jaringan operasional SiCepat Ekspres.
Dia mengatakan, para pelanggan tidak perlu lagi mengelola banyak vendor dengan standar dan visibilitas yang berbeda-beda. Namun, cukup satu mitra, satu sistem, satu akuntabilitas, dari gudang hingga ke tangan pelanggan akhir.
Layanan yang disediakan mencakup Full Truckload (FTL), Less Than Truckload (LTL), pergudangan (warehousing), "heavy cargo", "custom logistics", "freight forwarding" melalui jalur udara dan laut, layanan ekspor-impor beserta "customs clearance", hingga berbagai "value added service".
Baca juga: SiCepat Ekspres dukung Permen Komdigi perkuat ekosistem logistik
Dalam ekosistem perusahaan, SiCepat Logistik berperan menangani distribusi pada tahap "first mile" hingga "middle mile', mulai dari produsen, "principal" atau pemilik merek, distributor, peritel, hingga pengiriman menuju gudang.
Selanjutnya, proses "last mile" atau pengantaran ke pelanggan akhir dilanjutkan oleh SiCepat Ekspres melalui berbagai kanal, seperti "e-commerce", "social commerce", "web store", toko offline, maupun jaringan agen dan "drop point".
Integrasi tersebut memungkinkan proses rantai pasok dikelola secara menyeluruh, mulai dari distribusi bahan baku hingga produk sampai ke berbagai kanal penjualan.
Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan SiCepat Fast Lane, layanan distribusi antarpulau melalui jalur laut yang menawarkan waktu pengiriman lebih cepat dibanding layanan laut pada umumnya.
Layanan ini juga mematok biaya yang lebih ekonomis dibanding jalur udara, serta jadwal keberangkatan yang konsisten sehingga memudahkan pelaku usaha dalam merencanakan distribusi barang.
Sementara itu Commercial and External Affairs Director SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro berharap SiCepat Logistik dapat berkontribusi hingga 10 persen terhadap pendapatan perusahaan.
Menurut dia, bisnis logistik sangat bergantung pada kepercayaan, sehingga dengan membangun kepercayaan di tahun pertama, kinerja di tahun berikutnya akan lebih mudah tumbuh.
"Pada tahun pertama, SiCepat Logistik dapat berkontribusi hingga 10 persen karena di tahun pertama ini adalah tahun di mana kita membangun fondasi," katanya.
Baca juga: SiCepat dukung logistik nasional lewat ekspansi hingga internasional
Baca juga: Shopee dan SiCepat latih 50 UMKM optimalkan strategi bisnis
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.