Sambutan Panitia Muktamar NU, Gus Ipul Tidak Sebut Nama Gus Yahya

August 2026 · 2 minute read

AKURAT.CO Ketua Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, tidak menyebut nama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam sambutan laporan pembukaan Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih.

“Yang kita muliakan dan hormati bersama Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang hari ini hadir didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Mas Gibran Rakabuming Raka beserta segenap rombongan,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul kemudian menyapa Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta dua Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir dan KH Iskandar. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para ulama, kiai, pengasuh pesantren, dan tokoh utama NU yang hadir.

“Yang saya muliakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kiai Haji Miftachul Akhyar, dan dua Wakil Rais Aam, KH Afifuddin Muhajir dan KH Iskandar,” ujarnya.

Baca Juga: Di Muktamar NU, Prabowo Ungkap Cita-cita Pendiri NU untuk Indonesia

Namun, dalam rangkaian sambutan tersebut, Gus Ipul tidak menyebut nama Gus Yahya yang menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Selain menyampaikan sambutan, Gus Ipul melaporkan sejumlah persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia menyebut terdapat empat hal utama yang menjadi perhatian panitia.

Hal pertama adalah kesiapan fisik lokasi muktamar, mulai dari arena pembukaan, ruang sidang, asrama putra, hingga berbagai sarana pendukung.

“Pertama, adalah kesiapan fisik, mulai dari arena pembukaan, ruang sidang, asrama putra, hingga berbagai sarana pendukung lainnya,” kata Gus Ipul.

Muktamar ke-35 NU resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Untung Suropati, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Gus Ipul dan Gus Yahya sebelumnya memiliki dinamika hubungan dalam struktur PBNU. Keduanya masing-masing menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dan Ketua Umum PBNU.

Pada November 2025, Gus Yahya melakukan perubahan sejumlah posisi di lingkungan PBNU. Gus Ipul kemudian digeser dari posisi Sekjen PBNU dan ditempatkan sebagai Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media.

Perubahan tersebut terjadi setelah sebelumnya beredar risalah rapat Harian Syuriyah PBNU yang memuat permintaan agar Gus Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Baca Juga: Isu Dugaan Penculikan Muktamirin Beredar, Gus Ipul: Bisa Benar, Bisa Tidak

Konflik internal tersebut kemudian mereda setelah sejumlah kiai sepuh NU melakukan pertemuan dan mendorong penyelesaian melalui islah.

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 menjadi forum tertinggi NU untuk membahas berbagai agenda organisasi, termasuk kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya.