Rusia akan terapkan pelayaran sepanjang tahun di jalur Laut Utara
Kamis, 3 September 2026 16:33 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin jelang Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Moskow (ANTARA) - Rusia berencana menjadikan pelayaran di sepanjang Jalur Laut Utara dapat beroperasi sepanjang tahun, kata Presiden Vladimir Putin, Kamis, seraya memaparkan langkah yang bertujuan memperluas infrastruktur transportasi, energi, dan teknologi di wilayah Timur Jauh dan Arktik.
Berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Putin juga mengatakan bahwa pengiriman minyak pertama dari proyek Vostok Oil akan segera dimulai, sementara lalu lintas kargo di sepanjang Koridor Transportasi Trans-Arktik diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada 2030.
"Berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh, kami meluncurkan sistem dukungan bisnis dengan skala dan cakupan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mulai 1 Januari tahun depan, sebuah rezim preferensial tunggal akan mulai berlaku di seluruh wilayah Timur Jauh dan Arktik," katanya.
Rusia telah mengembangkan Jalur Laut Utara sebagai koridor pelayaran utama di Arktik yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utaranya dengan kawasan Pasifik. Putin berulang kali menegaskan bahwa perluasan pelayaran di jalur tersebut merupakan elemen kunci dari rencana pembangunan Arktik Rusia.
Putin juga memerintahkan upaya pengembangan penggunaan pesawat nirawak ketinggian rendah untuk mengangkut kargo sipil di wilayah Timur Jauh.
"Seiring dengan perkembangan pesawat nirawak, ruang udara pada ketinggian rendah kini menjadi jalur transportasi yang sibuk, layaknya jalur kereta api dan jalur air. Oleh karena itu, sudah saatnya menetapkan standar bagi transportasi otonom barang sipil menggunakan drone," katanya.
Dia juga mengusulkan agar wilayah-wilayah di Timur Jauh diizinkan untuk menginvestasikan kembali dana pinjaman infrastruktur yang telah mereka lunasi ke dalam pelaksanaan rencana induk pembangunan di wilayah masing-masing.
Rusia juga berencana memperluas infrastruktur komunikasi, dengan target menghadirkan jaringan komunikasi ke seluruh ibu kota wilayah di Timur Jauh pada 2030, kata Putin.
Defisit dan surplus datang silih berganti
Putin juga mengomentari perihal defisit anggaran Rusia. Menurutnya, "surplus dan defisit datang silih berganti," dan mengingat rendahnya tingkat utang negara Rusia, saat ini tidak ada alasan untuk merasa khawatir. "Mengenai defisit maupun surplus, semuanya datang silih berganti seperti gelombang," katanya.
"Saat ini memang sedang terjadi kekurangan. Namun, saya yakin bahwa secara bertahap - dengan terlebih dahulu menyelesaikan tugas menjaga stabilitas makroekonomi - kita akan dapat mengatasi semua persoalan ini," katanya lagi.
Forum Ekonomi Timur diselenggarakan untuk membahas pengembangan wilayah Timur Jauh, konektivitas transportasi, teknologi, dan kerja sama ekonomi internasional menjadi beberapa tema utama dalam agenda bisnis forum tersebut.
Pernyataan Putin itu disampaikan di tengah berlanjutnya pembahasan antara China dan Rusia mengenai perluasan kerja sama ekonomi di wilayah Timur Jauh.
Menurut kantor berita Xinhua, Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang menyampaikan kepada Putin di sela-sela forum bahwa prospek kerja sama dalam pengembangan wilayah tersebut "luas dan menjanjikan."
Sumber: Anadolu
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026