Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global - ANTARA News Jawa Timur

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.585 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.547 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global.

"Harga minyak Brent menembus level 100 dolar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul klaim Iran bahwa pihaknya telah menyerang sepuluh kapal di sekitar Selat Hormuz setelah serangan AS menenggelamkan lima kapal tanker Iran," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kenaikan harga minyak global kembali memicu kekhawatiran investor terhadap risiko pelebaran twin deficits, yaitu defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal.

Melihat sentimen global, data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus 2026 tercatat di atas ekspektasi, mencerminkan tekanan inflasi yang masih persisten pada tingkat produsen. PPI AS meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy, terutama didorong oleh kenaikan biaya energi.

Setelah rilis data tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026 meningkat di atas 70 persen, mendorong kenaikan indeks dolar AS dan yield UST. Keduanya sebelumnya telah meningkat seiring harga minyak global yang terus naik menembus 100 dolar AS per barel selama sesi perdagangan Asia.

"Hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.575–Rp17.700 per dolar AS," ungkap Josua.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.