Rumah Bung Karno Bakal Dibangun Lagi, Begini Rencananya

August 2026 ยท 3 minute read

Jakarta -

Rumah Proklamasi di kawasan Pegangsaan, Jakarta, bakal dibangun kembali. Berlokasi di Jalan Penataran No. 10, bangunan bersejarah itu digadang-gadang menghidupkan kembali jejak tempat lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Rumah tersebut jadi saksi sejarah kemerdekaan Indonesia, yakni tempat dibacakannya teks proklamasi pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Rumah Bung Karno saat itu terletak di Jalan Pegangsaan Timur 56 dan dibongkar pada awal 1960. Saat ini, tempat itu berada di dalam kawasan Taman Tugu Proklamasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ada yang bisa memastikan apa alasan pembongkaran rumah tersebut, kini hanya tersisa batu fondasinya. Meskipun rumah itu sudah tidak ada, sebagai gantinya terdapat Tugu Petir yang letaknya persis di atas tempat Bung Karno dan Bung Hatta membacakan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Tugu Petir setinggi 17 meter sebagai simbol tanggal kemerdekaan Indonesia. Nama Tugu Petir terinspirasi dari suara Bung Karno ketika membacakan teks proklamasi di depan teras rumahnya 'menggelegar' seperti halilintar.

Alasan Rumah Proklamasi Direkonstruksi

Muncul rencana untuk menghadirkan kembali rumah Bung Karno dalam bentuk replika di kawasan Taman Proklamasi. Replika rumah Bung Karno ini direncanakan sebagai pusat edukasi titik awal mula Indonesia merdeka.

Menurut keterangan Pengamanan Dalam (Pamdal) sekaligus edukator Taman Proklamasi, Simon, gagasan menghadirkan rumah replika itu sudah muncul sejak 2025. Rencana itu disebut ditujukan agar rangkaian sejarah kemerdekaan tidak terputus dan masyarakat, khususnya generasi muda agar lebih mudah melihat titik penting sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Mereka menuntut sejarawan, sejarah jangan putus," kata Simon saat dijumpai detikTravel pada Selasa (18/08/2026).

Rencana Rekonstruksi Rumah Proklamasi

Rencana rekonstruksi rumah proklamasi Bung Karno masih dalam tahap pembahasan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon disebut telah datang meninjau kawasan pada akhir Juli 2026.

Pembahasan melibatkan sejarawan, budayawan, keluarga Bung Karno, dan pihak terkait. Namun, waktu pembangunan rumah replika Bung Karno secara pasti belum ditentukan. Informasi yang beredar menyebut pembangunan rumah replika ditargetkan terlaksana 2026. Meski begitu, bulan pelaksanaannya belum diketahui karena masih ada sejumlah hal yang harus disiapkan, termasuk persoalan lahan dan koordinasi antarpihak.

Lantas, di mana rumah replika itu akan berdiri? Berdasarkan rencana yang disampaikan, bangunan tersebut kemungkinan dibuat di sekitar lokasi rumah Bung Karno dahulu, tepatnya di kawasan antara Tugu Petir dan Monumen Soekarno-Hatta.

"Kemungkinan yang saya lihat (dibangun) di pertengahan itu antara Tugu Petir dan Monumen Proklamasi (Soekarno-Hatta)," kata Simon.

Posisinya juga masih dalam pembahasan. Rumah replika diharapkan memiliki arah yang menyerupai rumah aslinya, sementara bentuk dan skalanya juga akan disesuaikan berdasarkan kajian

sejarah. Menariknya, meski rumahnya sudah lama dibongkar, jejak fondasinya masih dapat ditemukan tidak jauh dari Tugu Petir. Batu-batu yang berada di lokasi disebut bagian dari fondasi rumah Bung Karno.

Rumah yang nantinya dibangun juga bukan berarti mengembalikan bangunan asli seperti semula. Konsepnya adalah replika yang menyerupai rumah dahulu, mulai dari bentuk teras, atap, pintu, jendela hingga arah bangunannya.

"Kalau luasnya, saya rasa skalanya mungkin nggak terlalu sama. Tentang skala lebih kecil replika, tetapi tentang posisi pintu jendela, teras, bentuk-bentuknya, dan menghadapnya mungkin hampir sama," kata Simon.

Soal apakah pengunjung nantinya bisa masuk ke dalam rumah replika atau hanya melihatnya dari luar juga belum diputuskan. Begitu pula detail luas dan isi bangunan masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Sementara itu, Taman Proklamasi tak akan diubah. Taman itu akan tetap menjadi taman.

Kehadiran rumah replika diharapkan melengkapi kawasan tersebut sebagai tempat untuk mengenang sekaligus mempelajari kembali sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Jadi, kalau nanti berkunjung ke Taman Proklamasi, bukan cuma tugu dan patung yang bisa dilihat. Akan ada kembali jejak rumah yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan menuju proklamasi, meski dalam bentuk replika.