Bagikan:
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong revitalisasi ASEAN Regional Forum (ARF) agar lebih tanggap menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang, dengan tetap berpegang pada Sentralitas ASEAN.
Berbicara dalam Pertemuan ke-33 ARF di Manila, Filipina, Hari Kamis (23/7), Menlu Sugiono mengingatkan lingkungan strategis kawasan telah berubah secara signifikan sejak ARF pertama kali diselenggarakan pada 1994.
"Revitalisasi tidak berarti mengubah tujuan mendasar ARF. Revitalisasi berarti memperkuat perangkat yang dimiliki ARF agar lebih modern dan mampu menjawab tantangan nyata Kawasan," tegasnya, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (27/7).
Lebih lanjut Menlu Sugiono dalam pertemuan kali ini juga menggarisbawahi pentingnya implementasi Manila Plan of Action yang diadopsi pada pertemuan ARF ini agar dapat membawa manfaat jangka panjang.
"Ini membutuhkan ARF yang bersifat implementation-oriented, di mana seluruh program kerja ARF harus menjadi kemitraan yang konkret," tegas Menlu Sugiono.
Selain itu, Indonesia juga menyambut keputusan ASEAN untuk menerima Inggris sebagai anggota ke-28 ARF.
Menlu Sugiono menekankan perluasan partisipasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pembenahan dan penguatan efektivitas forum.
Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono mengajak seluruh negara ARF untuk berkembang menuju diplomasi preventif.
BACA JUGA:
Menurutnya, diplomasi preventif diperlukan agar ARF mampu membantu mencegah ketegangan berkembang menjadi konflik. Prinsip-prinsip Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation/TAC) harus tetap menjadi pedoman dalam proses tersebut.
"ARF yang lebih matang akan dapat membentuk kawasan yang lebih stabil, damai dan aman, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia, termasuk bagi Palestina," pungkas Menlu Sugiono.
Diketahui, pertemuan ARF yang dihadiri oleh 27 negara anggota yang terdiri dari negara-negara kunci di berbagai Kawasan ini menghasilkan Manila Plan of Action yang menjadi pedoman bagi kerja ARF untuk periode 2026-2036.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+