Bogor (ANTARA) - Relawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) melakukan evaluasi dan konsolidasi untuk menyatukan visi serta langkah organisasi dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Evaluasi dan konsolidasi ini akan melahirkan sikap dari Relawan Gerakan Cinta Prabowo dalam menentukan langkah dan keputusan-keputusan strategis," kata Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H Kurniawan di Cibinong, Bogor, Minggu.
Ia mengatakan relawan ingin memastikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo tetap berjalan dengan mengedepankan ketertiban dan kepatuhan terhadap hukum.
Menurut dia, konsolidasi juga diarahkan untuk menyatukan visi dan misi relawan dalam mendukung serta mengawal program kerja Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Gerakan Cinta Prabowo pasang badan kawal Presiden Prabowo sampai 2029
"Untuk selalu menyatukan visi dan misi dalam rangka mendukung, men-support, serta mengawal program kerja dari Bapak Prabowo Subianto," ujarnya.
Kurniawan menilai dinamika politik dan sosial yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir perlu menjadi perhatian.
Ia menyebut pihaknya melihat adanya upaya dari sejumlah pihak yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Namun demikian, penilaian tersebut merupakan pandangan dari organisasi relawan.
Baca juga: Seskab: Presiden minta Babinsa edukasi masyarakat soal bahaya bakar hutan
Pemerintah dan pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan.
Kurniawan menegaskan GCP akan tetap menjalankan peran sebagai organisasi relawan yang mendukung dan mengawal pemerintahan hingga 2029.
"Kami Relawan Gerakan Cinta Prabowo adalah garda terdepan untuk membela, melindungi, serta mengawal Prabowo," kata Kurniawan.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo setelah masa pemerintahan saat ini, dengan tetap mempertimbangkan proses politik dan lainnya.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.