Depok (ANTARA) - Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah dipercaya memimpin Komite Akademik Laboratorium Indonesia-China berdasarkan surat pengangkatan yang diterbitkan Northeastern University (NEU) pada September 2026.
"Keterlibatan ini sejalan dengan upaya UI memperkuat jejaring internasional sekaligus
menghubungkan kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan dan industri. Peran kami dalam komite akademik diharapkan dapat mendukung pengembangan agenda riset, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi akademik yang melibatkan perguruan tinggi dan mitra industri kedua negara,” kata Prof Heri dalam keterangannya yang diterima di Depok Jabar, Kamis.
Penunjukan ini juga memperkuat posisi UI dalam ekosistem kerja sama pendidikan tinggi, riset, dan teknologi antara Indonesia dan China.
Melalui peran tersebut, UI memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pengembangan talenta, pengetahuan, dan inovasi yang mendukung pemanfaatan SDA secara berkelanjutan dan bernilai tambah.
Pada komite akademik yang sama, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi, Chairul Hudaya, Ph.D, ditunjuk sebagai anggota.
Keduanya akan menjalankan amanah tersebut selama lima tahun. Sebagai Foreign Director, Prof Heri akan menjadi bagian dari jajaran pimpinan akademik pada laboratorium bersama yang dibentuk untuk mendorong pengembangan teknologi hijau serta pemanfaatan nilai tambah sumber daya logam non-ferrous.
Sementara itu, Dr Chairul Hudaya akan
berperan sebagai Member of the Academic Committee.
Laboratorium bersama tersebut merupakan bagian dari kerja sama Provinsi Liaoning dan Indonesia dalam pengembangan riset serta pemanfaatan sumber daya mineral secara berkelanjutan.
Kehadiran akademisi Indonesia dalam struktur komite akademik memperkuat keterlibatan perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan agenda riset kedua negara.
Penunjukan Prof Heri dan Dr Chairul juga membuka ruang bagi UI untuk memperluas kontribusi dalam kolaborasi riset Indonesia–China, khususnya pada bidang pengembangan hijau, teknologi, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya mineral.
Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.