Rekomendasi Saham Hari Ini: AMMN, BUMI, hingga UNVR

August 2026 · 4 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia — IHSG mengakhiri perdagangan Kamis (20/8) dengan penguatan 1,68% ke level 6.501,59. Penguatan indeks didorong sejumlah saham, dengan AMMN naik 7,97%, BRMS menguat 9,60%, dan BBCA bertambah 1,59%. Di sisi lain, SRAJ turun 3,53%, DCII melemah 0,92%, dan DSSA terkoreksi 1,92%.

Investor asing mencatatkan net buy Rp733,69 miliar di pasar reguler dan Rp680,47 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor saham, seluruhnya berakhir di zona hijau. Sektor Basic Materials mencatat kenaikan 3,46%, sedangkan sektor Infrastructures naik 0,17%.

Di pasar AS, tiga indeks utama ditutup melemah. Dow Jones turun 1,32% ke 52.759, S&P 500 terkoreksi 0,87% ke 7.641, dan Nasdaq turun 1,00% ke 26.067. Sementara itu, ETF EIDO melemah 0,64%, sedangkan MSCI Indonesia menguat 1,45%.

Di sisi pasar, BEI berencana menurunkan batas harga minimum efek bersifat ekuitas di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Perubahan tersebut juga disertai penyesuaian ketentuan auto rejection.

Untuk saham dengan harga di atas Rp10, batas auto rejection bawah (ARB) akan diseragamkan menjadi 15%. Sementara itu, auto rejection atas (ARA) ditetapkan 35% untuk rentang harga Rp11–Rp200, 25% untuk Rp201–Rp5.000, dan 20% untuk harga di atas Rp5.000.

Khusus saham pada rentang Rp1–Rp10, ARA dan ARB akan menggunakan batas nominal Rp1.

Untuk saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50, batas bawah rentang ARA 35% akan direvisi dari Rp50 menjadi Rp11. Dengan ketentuan tersebut, klasifikasi saham tidak berubah dan saham berpotensi melanjutkan koreksi maksimal 15% per hari hingga masuk ke rentang harga Rp1–Rp10.

BEI juga mengusulkan penghapusan kriteria Papan Pemantauan Khusus yang berkaitan dengan harga rata-rata saham di bawah Rp51. Perubahan ini diperkirakan dapat meningkatkan frekuensi dan nilai transaksi hingga sekitar dua hingga tiga kali lipat.

Implementasi ketentuan baru tersebut ditargetkan mulai 7 September 2026.

Sementara itu dari sisi aksi korporasi, ada Bangun Kosambi Sukses (CBDK) yang tengah menyiapkan aksi pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp250 miliar, termasuk biaya transaksi. Dana buyback berasal dari optimalisasi kas internal perusahaan dan pelaksanaannya tidak memerlukan persetujuan RUPS, dengan mengacu pada POJK 13/2023 serta Surat OJK No. S-10/2026.

Rencana tersebut dilakukan setelah harga saham CBDK mengalami koreksi 57% secara year to date (YTD) hingga 19 Agustus, sementara IHSG tercatat turun 26% YTD.

Berdasarkan proforma laporan keuangan per 30 Juni 2026, apabila buyback dilakukan secara penuh, total aset CBDK diperkirakan turun menjadi Rp21,97 triliun dari Rp22,22 triliun pada 1H26. Total ekuitas diproyeksikan menjadi Rp13,22 triliun dari sebelumnya Rp13,47 triliun.

Di sisi lain, laba per saham dasar diperkirakan meningkat dari Rp297,34 menjadi Rp300,95. LTM ROE juga diproyeksikan naik dari 18,8% menjadi 19,1%.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 20 Agustus hingga 19 November 2026.

Selanjutnya ada Bank Central Asia (BBCA) yang menetapkan dividen tunai interim untuk kuartal III 2026 sebesar Rp25 per saham, dengan total nilai mencapai Rp3,07 triliun.

Pembagian tersebut menjadi dividen interim kedua yang dibayarkan BCA pada 2026. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim untuk 2Q26 pada 26 Juni 2026.

Pada semester I 2026, BCA mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp29,53 triliun. Angka tersebut meningkat 1,79% dibandingkan Rp29,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih per saham dasar dan dilusian tercatat Rp240, meningkat dari Rp235 pada 1H25. Dividen interim Rp25 per saham tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 10,40% terhadap laba bersih 1H26.

Pada perdagangan Kamis (20/8), saham BBCA ditutup di level Rp6.400 per saham. Dengan besaran dividen interim tersebut, dividend yield tercatat sekitar 0,39%.

Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 28 Agustus 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 16 September 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

(ayh/ayh)