Rasio Klaim Asuransi Kredit Industri 99,6% pada Semester I-2026, Ini Kata Asei

September 2026 ยท 3 minute read

ILUSTRASI. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi kredit di industri asuransi umum tumbuh 9,3% Year on Year (YoY) (NULL/NULL)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi kredit di industri asuransi umum tumbuh 9,3% Year on Year (YoY), menjadi Rp 9,32 triliun pada semester I-2026. Adapun klaim asuransi kredit meningkat 32,7% YoY menjadi Rp 9,28 triliun.

Jika ditelaah, rasio klaim yang dibukukan untuk asuransi kredit meningkat dari 82,1% pada semester I-2025 menjadi 99,6% pada semester I-2026.

PT Asuransi Asei Indonesia menilai rasio klaim asuransi kredit di industri yang masih tinggi menjadi sinyal bahwa pertumbuhan bisnis harus diimbangi dengan kualitas underwriting dan pengelolaan risiko yang lebih disiplin.

Jadi, Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menerangkan industri tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan premi seiring dengan meningkatnya penyaluran kredit perbankan. Asal tahu saja, data Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan kredit perbankan sebesar 13,65% Year on Year (YoY) pada Agustus 2026.

Baca Juga: Kredit Bank Makin Kencang, Tembus Rp9.019 Triliun pada Agustus 2026

Dody mengatakan perusahaan asuransi perlu lebih selektif dalam menerima risiko, terutama dengan memperkuat analisis terhadap profil debitur, kualitas portofolio kredit, sektor ekonomi yang dibiayai, histori pembayaran, serta karakteristik produk kredit yang diasuransikan. Prinsipnya adalah growth with quality.

"Selain itu, penguatan monitoring portofolio secara berkala juga perlu dilakukan, tidak hanya melihat loss ratio setelah klaim terjadi. Data early warning dari portofolio kredit perlu digunakan untuk mendeteksi lebih dini perubahan kualitas debitur dan konsentrasi risiko," ucapnya kepada Kontan, Kamis (24/9).

Dody menyebut hal lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan risk sharing dengan perusahaan pemberi kredit. Dia bilang asuransi kredit pada dasarnya bukan mekanisme untuk memindahkan seluruh risiko kredit kepada perusahaan asuransi. Dengan demikian, kualitas underwriting kredit tetap harus menjadi tanggung jawab bersama antara lender, insurer, dan reinsurer.

Oleh karena itu, Dody mengatakan industri asuransi ke depannya perlu lebih banyak menggunakan pendekatan portfolio-based underwriting, bukan hanya melihat risiko secara individual.

Lebih lanjut, Dody memperkirakan kemungkinan tekanan terhadap rasio klaim masih akan berlanjut pada semester II-2026, terutama karena klaim asuransi kredit biasanya memiliki lag antara terjadinya default, pengajuan klaim, proses verifikasi, sampai pembayaran klaim.

Baca Juga: OJK Tekankan Empat Pilar dalam Pengembangan Inovasi Keuangan Digital

Namun, dia menyampaikan perkembangan rasio klaim juga perlu dilihat bersama dengan perkembangan kualitas kredit perbankan. Sampai Agustus 2026, kredit perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan, sedangkan Non Performing Loan (NPL) gross pada Juli masih 2,10%. Artinya, secara agregat kualitas kredit perbankan masih relatif terjaga, meskipun pertumbuhan kredit berlangsung cepat.

"Dengan demikian, yang perlu dipertimbangkan adalah karakteristik portofolio, pricing, expense ratio, komisi, biaya reasuransi, struktur retensi, dan faktor underwriting lainnya," tuturnya.

Dody menerangkan angka ideal rasio klaim bukan semata-mata angka tertentu, melainkan rasio yang memberikan ruang yang memadai bagi perusahaan untuk menutup biaya operasional, biaya akuisisi, biaya modal, dan biaya reasuransi, serta menghasilkan underwriting margin yang sehat.

Dia mengatakan rasio klaim mendekati 100% tentu tidak sustainable apabila berlangsung terus-menerus, karena hampir seluruh premi yang diperoleh terserap untuk membayar klaim sebelum memperhitungkan biaya-biaya lainnya.

"Oleh karena itu, yang perlu menjadi sasaran industri adalah rasio klaim yang sustainable sesuai karakteristik produk dan profil risikonya, bukan sekadar mengejar penurunan rasio secara jangka pendek," ungkap Dody.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag