Pulau Punjung (ANTARA) - Sebanyak 30 rumah tidak layak huni di kawasan Rumah Berderet, Pasar Lama Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, segera dibangun baru melalui dukungan CSR PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) senilai sekitar Rp1,2 miliar.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Dan Pertanahan Dharmasraya Silaturrahim, di Pulau Punjung, Sabtu, mengatakan pembangunan ditargetkan mulai pada pekan keempat September 2026 setelah proses pencairan anggaran rampung.
"Kalau tidak ada kendala, diperkirakan minggu keempat September sudah mulai," ujarnya.
Ia mengatakan persiapan pembangunan akan dimulai pekan depan, salah satunya dengan pembongkaran bangunan lama yang menjadi lokasi pembangunan rumah baru.
"Kemarin kami sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat penerima bantuan untuk membahas persiapan pembongkaran dan tahapan pelaksanaan dalam waktu dekat ini," katanya.
Ia mengemukakan dari total anggaran sekitar Rp1,2 miliar masing-masing unit rumah mendapat dukungan rata-rata sekitar Rp40 juta. Bantuan tersebut merupakan pembangunan baru (PB), bukan program bedah rumah atau peningkatan kualitas.
"Ini pembangunan baru. Kalau bedah rumah itu peningkatan kualitas atau PK. Rumah tidak layak huni akan dibangun baru," ujarnya.
Ia menyebut sebagian besar bangunan rumah penerima bantuan saat ini sudah dalam kondisi sangat tidak layak, bahkan sejumlah struktur bangunan telah mengalami keruntuhan.
Program tersebut sebelumnya diusulkan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam upaya mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, kata dia.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kementerian, perusahaan, dan Pemkab Dharmasraya terkait program itu telah ditandatangani di kantor PT SMF pada Rabu (16/9). Penandatanganan oleh pihak kementerian dilakukan secara terpisah.
Ia mengatakan dukungan itu menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan dunia usaha dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni serta meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Bantuan ini tidak terlepas dari upaya dan perhatian Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani yang terus mendorong agar kebutuhan rumah layak bagi masyarakat dapat mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan pihak swasta," ujarnya.