AKURAT.CO Produk makanan olahan Indonesia kembali memperluas pasar ekspornya di kawasan Timur Tengah. Kali ini, produsen camilan asal Kabupaten Tangerang, PT Cipta Rasa Food, melakukan pengiriman perdana berbagai produk camilan ke Riyadh, Arab Saudi, dengan nilai mencapai USD16.045 atau sekitar Rp288,81 juta.
Ekspor yang dilepas pada 29 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu contoh meningkatnya peluang produk makanan olahan Indonesia di pasar Arab Saudi.
Pengiriman itu juga merupakan hasil fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) yang dilakukan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh dengan importir setempat, Al Sahah Food Trading Company.
Baca Juga: SilverQueen Jadi Primadona, Ekspor Makanan Olahan RI Tembus Pasar India
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi menilai, keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan daya saing produk pangan Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
"Pelepasan ekspor perdana produk camilan dari PT Cipta Rasa Food ke Arab Saudi menunjukkan kualitas produk Indonesia yang sudah memenuhi standar global. Harapan kami, makin banyak pelaku usaha Indonesia yang dapat segera menyusul langkah dari PT Cipta Rasa Food," ujar Fajarini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Senada, Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, mengatakan Arab Saudi masih menyimpan ruang pertumbuhan yang besar bagi produk makanan olahan asal Indonesia.
"Ekspor produk camilan PT Cipta Rasa Food makin menunjukkan produk Indonesia telah sesuai standar global dan diterima di pasar Arab Saudi. Kami optimistis lebih banyak produk-produk Indonesia dapat menembus pasar Arab Saudi," kata Zulvri.
PT Cipta Rasa Food memproduksi berbagai jenis makanan ringan seperti mi renyah, croissant mini, camilan kentang, camilan jagung hingga pang pang.
Perusahaan tersebut sebelumnya telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, kawasan Oseania, Palestina, Yordania, Kuwait, Mauritius, serta Arab Saudi.
International Business Development PT Cipta Rasa Food, Lussy, mengatakan dukungan pemerintah melalui fasilitasi Atase Perdagangan menjadi faktor penting dalam pembukaan pasar baru tersebut.
"Kami mengapresiasi dukungan Atdag RI Riyadh yang membantu kami melaksanakan kesepakatan dengan Al Sahah Food Trading Company. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dan dapat ditingkatkan," ujar Lussy.
Keberhasilan ekspor ini hadir di tengah hubungan dagang Indonesia dan Arab Saudi yang terus berkembang. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan kedua negara sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai USD2,83 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar USD1,02 miliar.
Baca Juga: ITPC Sao Paulo Dukung Makanan Olahan RI Masuk Pasar Brasil
Sementara itu, sepanjang 2025 total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD6,53 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD2,88 miliar.
Sebagai informasi, produk yang paling banyak dikirim Indonesia ke Arab Saudi masih didominasi kendaraan beserta komponennya, lemak dan minyak nabati maupun hewani, kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan produk turunannya.