Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu.
Peninjauan dilakukan setelah Presiden memimpin rapat penanganan karhutla bersama pimpinan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk membahas kondisi terkini di lapangan.
Dalam siaran langsung Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat berjalan di kawasan yang masih diselimuti asap dan melihat sejumlah titik yang telah dipadamkan.
Beberapa petugas masih melakukan pemadaman terhadap sisa api di lokasi. Presiden kemudian menyapa dan berbincang singkat dengan petugas mengenai kondisi penanganan karhutla.
Baca juga: Presiden Prabowo tiba di Kalbar, pimpin rapat penanganan karhutla
Baca juga: Pemerintah tetapkan operasi satgas darat sebagai ujung tombak penanganan karhutla
Baca juga: Kemenhut kerahkan 12.880 personel gabungan padamkan karhutla di Kalimantan
Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris
Sebelumnya, dalam rapat penanganan karhutla, Presiden meminta jajaran terkait memaparkan kondisi nyata kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat sebagai dasar menentukan langkah penanganan sesuai situasi di lapangan.
Rapat tersebut diikuti delapan pimpinan kementerian/lembaga pemerintah pusat dan 10 pimpinan pemerintah daerah, termasuk gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, serta unsur BNPB daerah.
Presiden menerima laporan terbaru mengenai situasi karhutla dan menekankan perlunya penanganan yang cepat, terkoordinasi, serta berorientasi pada kondisi di lapangan.
Ia juga meminta pemerintah daerah tegas menerapkan aturan di wilayah masing-masing dan memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang.
Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.