Presiden Prabowo tegaskan BRICS perkuat suara Global South - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan BRICS memiliki peran strategis dalam memperkuat suara negara-negara Global South untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia.

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” kata Presiden dalam sesi terbuka KTT BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu.

Mengutip keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Prabowo mengatakan penguatan suara negara-negara Global South penting agar negara berkembang memiliki peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan dunia.

Presiden mengatakan masyarakat internasional dalam empat tahun mendatang akan memasuki 2030 yang menjadi target pencapaian Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurut dia, berbagai komitmen telah disepakati negara-negara dunia untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi planet, dan membangun institusi yang lebih kuat.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan Agenda 2030 tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian target dalam batas waktu tertentu, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang semestinya.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” katanya.

Prabowo menilai suara negara-negara Global South sewajarnya didengar, baik dalam mempercepat pelaksanaan Agenda 2030 maupun menentukan arah masa depan setelah agenda tersebut.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.