Presiden Prabowo dan PM Thailand bentuk komisi perdagangan bersama

August 2026 · 2 minute read

Presiden Prabowo dan PM Thailand bentuk komisi perdagangan bersama

Senin, 3 Agustus 2026 21:52 WIB

Image Print

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan PM Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) memberikan joint press statement di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan membentuk Joint Trade Commission (JTC) atau komisi perdagangan bersama sebagai mekanisme baru hubungan bilateral kedua negara.

Kesepakatan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

"Joint Trade Commission yang pertama kali dalam sejarah sebagai mekanisme untuk membahas peluang bisnis dan mengatasi berbagai hambatan perdagangan," ujar Prabowo.

Presiden mengatakan pembentukan JTC merupakan yang pertama dalam sejarah hubungan Indonesia dan Thailand. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membahas peluang bisnis sekaligus mengatasi hambatan perdagangan.

Prabowo menambahkan Indonesia menargetkan nilai perdagangan dengan Thailand mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030. Target tersebut diyakini dapat dicapai melalui implementasi peta jalan kemitraan strategis kedua negara.

"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis," katanya.

Selain memperkuat perdagangan, kedua negara juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.

Di bidang ketahanan pangan, Indonesia dan Thailand akan memperkuat kerja sama melalui pengembangan teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, dan penguatan rantai pasok.

Sementara itu, di sektor energi, kedua negara mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum sebagai wadah memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Genta Tenri Mawang
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026