Presiden Prabowo ajak BRICS perkuat industrialisasi dan rantai pasok global - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota BRICS memperkuat kolaborasi industrialisasi dan rantai pasok global untuk menghadapi tantangan serta menjaga pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

"Izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," kata Prabowo dalam pidato KTT BRICS Ke-18 di New Delhi, India, Minggu.

Mengutip BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Prabowo mengatakan tantangan global, termasuk perubahan iklim dan kebencanaan, perlu dihadapi secara bersama oleh negara-negara BRICS dan Global South.

Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) sehingga menghadapi berbagai kerentanan, seperti kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan aktivitas gunung berapi.

Di sisi lain, Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat menjadi modal pembangunan, mulai dari mineral kritis dan logam tanah jarang, sumber energi terbarukan untuk teknologi bersih, hingga hutan yang penting bagi kehidupan dunia.

Presiden menegaskan Indonesia tidak sendirian menghadapi berbagai tantangan tersebut karena negara-negara anggota BRICS dan banyak negara di Global South menghadapi persoalan yang saling berkaitan.

Untuk itu, Prabowo mendorong negara-negara BRICS mengolaborasikan sumber daya, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki untuk menghadapi berbagai tantangan secara kolektif.

Prabowo menambahkan kekuatan ekonomi dan sumber daya negara-negara BRICS dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi, memperkuat industri, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta membuka peluang yang lebih baik bagi masyarakat.

Menurut Prabowo, BRICS telah memiliki sumber daya dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi sehingga berpotensi memperkuat posisi blok tersebut dalam rantai nilai global.

KTT BRICS Ke-18 mengangkat empat pilar utama, yakni ketahanan (resilience), inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan (sustainability) dalam merespons berbagai tantangan global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik.

Perdana Menteri India Narendra Modi pada kesempatan sama menyoroti pandemi, bencana iklim, dan gangguan rantai pasok sebagai krisis yang menunjukkan keterhubungan dunia sehingga persoalan tersebut tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai isu lokal.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.